TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan VIII Tahun 2026 yang diikuti 30 peserta dari berbagai unit kerja. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 22 Juni 2026 ini menjadi bagian dari upaya BMKG memperkuat kompetensi kepemimpinan aparatur dalam menghadapi tantangan organisasi yang semakin kompleks dan dinamis.
Pelatihan diselenggarakan sejak 2 Juni hingga 27 November 2026 menggunakan metode distance learning yang dilaksanakan secara sinkronus dan asinkronus.
Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah lolos seleksi. Menurutnya, pelatihan kepemimpinan memiliki peran penting dalam membentuk pemimpin yang mampu menjawab berbagai tantangan organisasi di masa depan.
“Kami berharap transformasi tata kelola ini berjalan dengan baik, di mana tata kelola unit kerja harus transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi. Aparatur Negara berperan sebagai motor penggerak reformasi birokrasi dan pelayanan publik,” ujar Guswanto dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 23 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pelatihan ini mendukung transformasi tata kelola BMKG yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan pemanfaatan teknologi. Dalam era digitalisasi dan birokrasi modern, pemimpin dituntut memiliki kemampuan beradaptasi, responsif terhadap perubahan, serta mampu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan organisasi.
Guswanto juga menekankan pentingnya membangun organisasi yang tangguh di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian. Menurutnya, BMKG memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan nasional melalui penyediaan data dan informasi meteorologi, klimatologi, serta geofisika yang akurat, sekaligus layanan mitigasi bencana yang andal.
Selain itu, para pemimpin di lingkungan BMKG diharapkan mampu mengikuti perkembangan teknologi, mendorong inovasi, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas layanan publik.
“Di BMKG, Bapak-Ibu dituntut untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan layanan publik agar mampu berdaya saing di tingkat nasional maupun global, baik dalam penyediaan data maupun bagaimana informasi tersebut dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat,”jelasnya.

Dalam arahannya, Guswanto menegaskan enam nilai utama yang harus menjadi landasan kepemimpinan, yakni integritas, profesionalisme, inovasi, kolaborasi, resiliensi, dan pelayanan publik. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus menjawab kebutuhan organisasi yang terus berkembang.
Ia juga menyampaikan tiga pesan kepada peserta, yakni pentingnya keteguhan dan kebijaksanaan dalam menghadapi tantangan, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan tanpa meninggalkan prinsip dasar, serta kecakapan membaca perkembangan zaman untuk mengambil keputusan yang tepat.
“Keberhasilan sebuah pelatihan tidak diukur dari selembar sertifikat yang diperoleh, tetapi dari dampak nyata yang dapat diwujudkan setelah pelatihan ini selesai,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia MKG, Adityawarman, mengatakan penyelenggaraan PKA Angkatan VIII Tahun 2026 merupakan bagian dari strategi pengembangan kompetensi aparatur yang profesional, berintegritas, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Menurutnya, tantangan layanan meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika saat ini semakin kompleks seiring meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, dampak perubahan iklim, ancaman gempa bumi dan tsunami, serta tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat dan akurat.
“Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta agar mampu memahami isu-isu strategis organisasi, menganalisis tantangan secara kritis, serta merumuskan langkah perubahan yang praktis, terukur, dan relevan dengan kebutuhan unit kerjanya masing-masing,” ungkap Adityawarman.
PKA Angkatan VIII Tahun 2026 diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari kantor pusat BMKG dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Balai Besar Wilayah I hingga V. Peserta terdiri atas 14 Pejabat Administrator, 14 pejabat pengawas atau setara yang telah lulus seleksi, serta dua peserta penerima Golden Ticket atas prestasi dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP).
Pelatihan berlangsung selama 122 hari kerja dengan total 908 jam pelajaran yang mencakup agenda Kepemimpinan Pancasila dan Nasionalisme, Kepemimpinan Kinerja, Manajemen Kinerja, serta Aktualisasi Kepemimpinan Kinerja. Kegiatan ini melibatkan widyaiswara PPSDM MKG dan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, seperti Kementerian Pertahanan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Keuangan, Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Kementerian PANRB.
Melalui pelatihan ini, BMKG berharap dapat mencetak pemimpin yang adaptif, berintegritas, dan inovatif sehingga mampu mendukung transformasi organisasi, meningkatkan kualitas layanan publik, serta menerjemahkan kebijakan ke dalam aksi nyata yang berdampak bagi kinerja institusi dan masyarakat.










