TVRINews, Jakarta
Ilham Prayoga (26), seorang pemuda asal Kabupaten Lebak, Banten, secara sukarela membantu mendaftarkan lebih dari 200 tetangganya sebagai calon penerima bantuan sosial melalui aplikasi Perlinsos Digital. Aksi sosial yang dilakukan hanya dalam waktu dua minggu sejak menjadi Agen Perlinsos ini dilatarbelakangi kepeduliannya terhadap warga sekitar, terutama kalangan lansia yang kurang mampu dan terkendala akses teknologi.
Agen Perlinsos merupakan relawan Kawan Perlinsos yang membantu masyarakat mencatatkan identitas diri pada sistem Perlinsos Digital. Inovasi ini menjadi langkah penting pemerintah dalam memperbarui tata kelola penyaluran bantuan sosial agar lebih akurat, tepat sasaran, dan akuntabel.
“Alasannya sih, saya melihat dari lingkungan sekitar ya. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial dari pemerintah, cuma mereka itu belum terdaftar. Karena tergerak dari hati melihat masyarakat, (terutama) yang lansia, saya pengin bantu saja,” ujar Ilham, dikutip pada Jumat 2 Oktober 2026.
Ilham menceritakan salah satu pengalaman paling berkesan saat ia membantu seorang ibu lansia yang hidup sebatang kara dan menempati rumah kurang layak. Saat data sang ibu berhasil dimasukkan dan dinyatakan layak menerima bantuan, momen emosional pun terjadi.

“Ibu itu tidak punya keluarga, hidup sendiri, dan rumahnya kurang layak. Begitu saya daftarin, dan di situ keterangannya layak, ibunya benar-benar langsung memeluk saya dan bilang terima kasih banyak. Di situ saya merasa senang banget bisa ngebantu orang lain,” tuturnya.
Aksi sosial Ilham ini mendapat dukungan penuh dari pihak keluarga. Ia termotivasi mendaftar setelah memperoleh informasi resmi melalui media sosial Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial. Menurutnya, proses pendaftaran menjadi agen sangatlah mudah, hanya membutuhkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial dari pemerintah, cuma mereka itu belum terdaftar di bantuan sosial ini. Akhirnya, tergeraklah hati saya buat daftar jadi Agen Perlindungan Sosial ini,” kata Ilham.
“Saking penasarannya, dari situ saya ngulik (persyaratan menjadi Agen Perlinsos). (Terus), saya mendaftar. Kita daftar, (langsung) bisa jadi agen. Gampang kok,” lanjutnya.
Ilham menilai skema digitalisasi ini memotong alur birokrasi yang rumit dan mempermudah masyarakat mengakses program bantuan pemerintah tanpa perlu proses pemberkasan fisik yang memakan waktu lama.
“Digitalisasi itu membantu masyarakat, yang tadinya kalau mau pengajuan bansos itu tuh harus fotokopi ini, fotokopi itu, harus pemberkasan, dan lama juga ya. Setelah adanya digitalisasi dan adanya Perlinsos (Digital) ini, membantu masyarakat lebih mudah mengaksesnya. Saya sangat mendukung program ini,” kata Ilham.
Ia pun mengajak generasi muda dan masyarakat umum untuk turut mengambil peran aktif sebagai perpanjangan tangan pemerintah di lingkungan setempat.
“Ayo kita daftar (jadi) Agen Perlinsos. Cukup menggunakan IKD, kita daftarkan orang-orang yang mungkin kurang mampu, kita harus peduli dengan masyarakat lainnya, harus peduli dengan satu sama lain,” ujar Ilham.
Guna memastikan alokasi anggaran bansos sebesar Rp500 triliun per tahun tersalurkan secara optimal, pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) telah mengintegrasikan data dari delapan instansi secara real-time melalui Digital Public Infrastructure (DPI).
Sistem Perlinsos Digital yang saat ini jangkauan uji cobanya telah meluas ke 258 kabupaten/kota di Indonesia memungkinkan masyarakat mendaftar, memverifikasi kelayakan, hingga mengajukan sanggah data secara mandiri. Kehadiran Agen Perlinsos seperti Ilham menjadi krusial agar tidak ada warga kurang mampu yang tertinggal dari jangkauan bantuan negara.










