TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar mendorong para Putri Hijabfluencer Indonesia memanfaatkan pengaruhnya di media sosial untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat.
Menurut Muhaimin, influencer memiliki kekuatan untuk membangun percakapan, menggerakkan komunitas, hingga membuka ruang kolaborasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat berdialog dengan Putri Hijabfluencer Indonesia di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

"Para influencer ini menjadi kekuatan baru. Saya sangat berharap kita bisa berkolaborasi dan menjadi bagian integral dari pemberdayaan masyarakat," ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 2 Oktober 2026.
Muhaimin mengatakan, pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, pemerintah dan masyarakat merupakan dua kekuatan yang perlu berjalan bersama dalam mendorong pembangunan.
Pemerintah memiliki kebijakan dan anggaran, sementara masyarakat memiliki potensi, kreativitas, jejaring, serta kemampuan untuk menggerakkan perubahan dari bawah.
"Negara ini ada dua kekuatan, satu kekuatan pemerintah dan yang kedua kekuatan masyarakat. Mengandalkan kekuatan masyarakat saja tidak mungkin, mengandalkan kekuatan pemerintah saja juga sudah tidak mungkin. Karena itu jawabannya adalah ruang kolaborasi," katanya.
Ia menjelaskan, Kemenko PM memiliki fungsi untuk menyambungkan dan mempertemukan berbagai kekuatan tersebut. Kolaborasi tidak hanya melibatkan kementerian dan lembaga, tetapi juga dunia usaha, industri, komunitas, serta masyarakat luas.
"Kemenko ini tugasnya menyambungkan, mempertemukan kerja sama, membangun networking dengan semua pihak," ucapnya.
Lebih lanjut, Muhaimin menyebut Indonesia memiliki modal besar untuk membangun masyarakat yang mandiri, mulai dari jumlah penduduk, kekayaan sumber daya alam, hingga potensi sumber daya manusia.
Namun, modal tersebut perlu diolah menjadi kekuatan produktif agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk dari luar negeri.
"Besar saja itu sudah kuat luar biasa karena pasar. Tetapi kita harus menjadi bangsa yang mampu memproduksi, bukan hanya menjadi bangsa pembeli," tegasnya.
Dalam hal ini, Muhaimin melihat ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor yang memiliki ruang kolaborasi luas. Kreativitas masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda, dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif yang menciptakan nilai ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian.
Ia menilai media sosial dapat menjadi salah satu pengungkit dalam proses tersebut. Para influencer dapat memanfaatkan konten untuk mengenalkan produk lokal, mengangkat potensi daerah, menyebarkan pengetahuan, sekaligus mendorong masyarakat untuk berkarya dan mengembangkan usaha.
Karena itu, Muhaimin berharap para finalis Putri Hijabfluencer Indonesia tidak berhenti pada peran sebagai influencer, tetapi dapat berkembang menjadi tokoh yang ikut menggerakkan pemberdayaan masyarakat.
"Saya berharap para finalis dan para influencer menjadi duta-duta pemberdayaan di masyarakat kita," ungkapnya.
Muhaimin juga menegaskan pemberdayaan harus menjadi orientasi dalam setiap kebijakan dan penggunaan anggaran pemerintah. Setiap anggaran negara diharapkan memberikan dampak terhadap keberdayaan masyarakat serta mendorong kolaborasi yang menghasilkan manfaat nyata.
Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin membuka peluang kolaborasi dan networking antara Kemenko PM dengan para influencer, termasuk dengan melibatkan sektor swasta, industri, dan komunitas.
Kemudian, ia juga menyampaikan gagasan agar penghargaan bagi pemenang Putri Hijabfluencer tidak sekedar diberikan dalam bentuk hadiah, tetapi berupa pengalaman yang dapat memperluas wawasan dan jejaring, termasuk dengan melihat langsung potensi berbagai daerah di Indonesia.
"Hadiah itu harus berdaya dan memberdayakan. Jadi setiap langkah itu harus ada dampaknya," tuturnya.










