TVRINews – Jakarta
Otoritas darurat BNPB Pusat melaporkan 100 korban jiwa serta lebih dari 180 ribu warga mengungsi menyusul guncangan tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda tujuh kabupaten di Nusa Tenggara Timur per Senin, 24 Agustus 2026.
Berdasarkan data pemutakhiran resmi penanganan darurat per Senin 24 Agustus 2026 pukul hingga sore hari, skala kerusakan dan korban terdampak menunjukkan eskalasi yang signifikan di tujuh kabupaten/kota.
Pusat Komando Darurat Penanggulangan Bencana mencatat korban meninggal dunia telah mencapai 100 jiwa. Sementara itu, gelombang pengungsian masif tidak terhindarkan, dengan jumlah warga yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka menyentuh angka 180.327 jiwa. Para pengungsi kini tersebar di berbagai titik posko sementara di tujuh wilayah administratif terdampak.
Selain korban jiwa dan pengungsi, tim darurat juga melaporkan 1.603 warga mengalami luka-luka atau sakit akibat guncangan keras tersebut. Penanganan medis darurat dikerahkan secara maksimal guna mengantisipasi risiko krisis kesehatan di lokasi pengungsian, mengingat luasnya sebaran wilayah yang mengalami kerusakan infrastruktur fisik.
Dampak material terhadap sektor perumahan dan fasilitas publik tercatat sangat masif. Sebanyak 73.818 unit rumah mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan. Kehancuran juga meluas pada sektor fasilitas publik, mencakup 1.378 fasilitas pendidikan, 118 fasilitas kesehatan, 396 rumah ibadah, serta 504 gedung kantor pemerintahan.
“Skala kehancuran ini menuntut mobilisasi sumber daya kemanusiaan secara nasional dan internasional agar proses pemulihan infrastruktur dasar serta evakuasi lanjutan dapat berjalan efektif,” tulis artikel resmi BNPB.
Hingga saat ini, tim gabungan penanggulangan bencana terus berupaya membuka akses logistik darurat dan memperbaiki ruas jalan serta jaringan irigasi yang terputus di sejumlah titik kabupaten terdampak. Pemerintah pusat bersama instansi daerah berkomitmen mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan demi meringankan beban ratusan ribu warga yang berada di tempat pengungsian.










