TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjalin kemitraan dengan Pemerintah Inggris melalui Program Beasiswa Chevening untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di bidang pendidikan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Beasiswa Chevening–Kemendikdasmen di Kedutaan Besar Inggris, Jakarta.
Kemitraan ini menjadi bagian dari penguatan hubungan strategis Indonesia dan Inggris di sektor pendidikan. Melalui kerja sama yang berlaku hingga tahun ajaran 2029–2030, kedua pihak akan mendukung profesional Indonesia di bidang pendidikan dasar dan menengah untuk menempuh pendidikan magister (S2) di berbagai perguruan tinggi di Inggris melalui Beasiswa Chevening.
Program tersebut diharapkan mampu mencetak pemimpin masa depan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan jejaring internasional guna mendukung transformasi pendidikan di Indonesia. Setelah menyelesaikan studi, para penerima beasiswa diwajibkan kembali ke Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan nasional.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama Indonesia dan Inggris dalam memajukan kualitas pendidikan melalui pengembangan sumber daya manusia.
"Di Kemendikdasmen, kami berkomitmen mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua. Salah satu kunci untuk mencapai visi tersebut adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu merumuskan kebijakan sekaligus menerapkannya secara nyata di lapangan. Upaya ini tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui semangat partisipasi semesta," ujar Suharti dalam keterangan tertulis, dikutip, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurut Suharti, kemitraan dengan lembaga internasional seperti Chevening menjadi langkah strategis untuk memperluas akses insan pendidikan Indonesia terhadap pengalaman global, pengembangan kompetensi, serta jejaring internasional.
"Melalui kemitraan ini, para profesional Indonesia di bidang pendidikan dasar dan menengah akan memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan studi pascasarjana di Inggris. Pengetahuan dan pengalaman yang mereka peroleh nantinya diharapkan dapat memperkuat kapasitas sektor pendidikan nasional," jelasnya.
Ia menambahkan, program ini memiliki nilai strategis karena setiap penerima beasiswa diwajibkan kembali ke Indonesia setelah lulus dan mengabdikan diri sedikitnya selama dua tahun.
Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Dominic Jermey, menegaskan bahwa Program Chevening tidak hanya memberikan kesempatan belajar, tetapi juga membentuk kepemimpinan melalui peningkatan kompetensi dan jejaring global.
"Pendidikan adalah salah satu investasi paling penting yang dapat dilakukan suatu negara untuk masa depannya. Kami sangat senang meluncurkan kemitraan baru dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, yang akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat Indonesia untuk melanjutkan studi S2 di Inggris sebagai Penerima Beasiswa Chevening," ungkap Dominic.
Dominic juga mengapresiasi kepercayaan Kemendikdasmen kepada Pemerintah Inggris dan Program Chevening sebagai mitra dalam pengembangan pendidikan. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi implementasi nyata Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris yang diluncurkan pada awal tahun ini sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Pendaftaran Beasiswa Chevening–Kemendikdasmen untuk tahun ajaran 2027–2028 dibuka mulai 4 Agustus hingga 6 Oktober 2026. Program ini ditujukan bagi profesional di bidang pendidikan yang ingin melanjutkan studi magister di Inggris pada program studi yang berkaitan dengan pendidikan.
Melalui kemitraan tersebut, Kemendikdasmen berharap semakin banyak pendidik dan tenaga kependidikan Indonesia yang memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi di tingkat internasional, sehingga dapat memperkuat kualitas pendidikan dasar dan menengah di Tanah Air.









