TVRINews, Kalimantan Barat
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut luas lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat mencapai 38.310 hektare.
Data tersebut disampaikan Suharyanto saat memimpin rapat koordinasi penanganan Karhutla di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Rapat tersebut dihadiri Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Pertemuan membahas percepatan pemadaman api dan pengendalian dampak Karhutla di wilayah Kalimantan Barat.
“Untuk total luas lahan yang terbakar adalah 38.310 hektare,” ujar Suharyanto dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 5 September 2026.
Ia menjelaskan, jumlah titik panas yang terdeteksi melalui pemantauan belum tentu seluruhnya menunjukkan adanya kebakaran.
Sehingga, setiap titik panas perlu diverifikasi melalui patroli udara maupun pengecekan langsung di lapangan.
Suharyanto menyebut sebelumnya terdapat 166 titik panas yang terdeteksi. Namun, setelah dilakukan pemantauan secara langsung, hanya 61 titik yang dipastikan sebagai titik api.
“Kemarin ada titik hot spot 166, setelah dicek dengan patroli secara visual nyata di lapangan, dari 166 hanya 61 fire spot,” kata Suharyanto.
Dari 61 titik api tersebut, diperkirakan sekitar 802 hektare lahan terbakar. Tim gabungan kemudian melakukan operasi pemadaman melalui jalur darat dan udara.
Sebanyak 429 hektare lahan berhasil dipadamkan melalui operasi darat, sementara pemadaman dari udara mencakup sekitar tiga hektare.
Operasi udara sebelumnya tidak dapat berjalan maksimal karena jarak pandang di sejumlah wilayah kurang dari satu kilometer.
Untuk memperkuat penanganan Karhutla, BNPB terus memberikan dukungan kepada satuan tugas gabungan yang melibatkan berbagai unsur.
Dukungan tersebut mencakup operasi patroli udara, operasi modifikasi cuaca, hingga water bombing.
Saat ini, terdapat dua helikopter untuk patroli udara, dua helikopter untuk operasi modifikasi cuaca, serta sembilan helikopter water bombing yang dikerahkan dalam penanganan Karhutla di Kalimantan Barat.
BNPB juga akan mendapat tambahan dukungan tiga helikopter Chinook dari Pasukan Bela Diri Jepang yang dijadwalkan tiba pada Rabu mendatang.
“Untuk heli dari satgas udara, patroli dua, operasi modifikasi cuaca dua, water bombing ada sembilan dan tidak lama lagi ada bantuan dari Pasukan Bela Diri Jepang, ada tiga Chinook hari Rabu akan datang,” tutur Suharyanto.
Pemerintah juga berencana mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca menyusul adanya potensi pertumbuhan awan hujan di Kalimantan Barat dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat potensi pertumbuhan awan hujan pada 5 hingga 9 September 2026. Kondisi tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu proses pemadaman Karhutla.
“Kita masih berjuang memadamkan api. Ada informasi dari BMKG tanggal 5 sampai 9 ada bibit pertumbuhan awan hujan. Akan di OMC agar hujan turun cukup deras,” ucap Suharyanto.










