TVRINews, Kabupaten Demak
Banjir yang merendam Kabupaten Demak meluas hingga ke tiga desa. Akibatnya, ribuan rumah dan sejumlah fasilitas publik terendam banjir dengan kedalaman 30 cm hingga 1 meter.
Beginilah kondisi Sekolah Dasar Negeri Sayung 4 Demak yang terendam banjir cukup dalam. Kedalaman banjir yang mencapai hingga 1 meter di halaman sekolah membuat para siswa harus berjalan menyusuri pinggir tembok agar tidak basah kuyup. Dari 8 ruang kelas, 3 kelas terendam banjir dengan kedalaman 60 cm.
Agar proses kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, pihak sekolah menyiasati dengan menggunakan ruang kelas yang aman dari banjir secara bergantian. Ruang perpustakaan yang aman dari banjir juga dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan proses KBM.
Nurhidayati, Kepala Sekolah SD Negeri Sayung 4, menuturkan bahwa sudah lima hari sekolah terendam banjir. Namun, Jumat siang, kedalaman banjir semakin meninggi akibat masih tingginya curah hujan semalam.
SD Negeri Sayung 4 Demak merupakan satu dari tujuh sekolah yang terendam banjir. Selain merendam fasilitas pendidikan, banjir juga merendam ribuan rumah di tiga desa dengan kedalaman 30 cm hingga 1 meter.
Dari data sementara pihak Kecamatan Sayung, di Desa Sayung ada 1.500 rumah, di Desa Kalisari 250 rumah, dan di Desa Loireng ada 996 rumah yang terendam banjir. Satu rumah roboh di Desa Bulusari, Kecamatan Sayung.
Sedangkan yang terdampak banjir rob ada enam desa. Selain merendam pemukiman, banjir juga masih merendam jalan poros Kabupaten Demak menuju Kota Semarang. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga yang akan bekerja maupun yang akan melaksanakan ibadah.
Pihak Kecamatan Sayung mengaku belum ada korban banjir mengungsi. Banjir yang merendam tiga desa di Kecamatan Sayung lama surutnya karena letak geografisnya yang cekung dan lebih rendah. Sehingga, agar banjir cepat surut, harus dilakukan pompanisasi. Sementara itu, curah hujan masih cukup tinggi di wilayah Kabupaten Demak.










