TVRINews, Cirebon
Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban jiwa akibat longsor di tambang galian C Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon pada Senin, 2 Juni 2025 sekitar pukul 10.30 WIB. Hal tersebut, diungkapkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Ia menuturkan, jika korban diketahui bernama Sudiono (51), warga Desa Girinata, Kecamatan Dukuputang. Dengan penemuan ini, total korban meninggal dunia akibat longsor yang terjadi pada Jumat, 30 Mei 2025 lalu bertambah menjadi 20 orang.
“Sementara itu, lima orang lainnya masih dalam pencarian,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Longsor sejak 30 Mei hingga 6 Juni 2025. Proses pencarian terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan dengan dukungan dua unit anjing pelacak (K9) dari Polda Jawa Barat.
Tak hanya itu, ia juga mengimbau agar tim di lapangan selalu mengutamakan keselamatan diri mengingat potensi terjadinya longsor susulan masih ada.
BNPB juga mengingatkan masyarakat sekitar lokasi kejadian untuk tetap waspada dan tidak mendekati area tambang.
“Warga diminta untuk memantau kondisi tanah di sekitar rumah dan aliran sungai,” ungkapnya.
“Jika hujan deras turun selama dua jam atau lebih, masyarakat diimbau segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman,” pungkasnya.
Baca Juga: Demi Siswa, Tim Dapur MBG di Ende Masak Sejak Pukul 1 Dini Hari










