TVRINews, Tangerang
Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Dewi Rokhayati, menyoroti potensi generasi muda dalam memperkuat perkembangan brand lokal Indonesia, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor.
Hal itu disampaikan Dewi saat menghadiri pembukaan Local Brand Festival (LBFest) 2026 di Tangerang, Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan tersebut digelar pada 2–4 Oktober 2026 di area Parkir External Utara dan Koridor Upper Ground Supermal Karawaci.
Menurut Dewi, pengembangan produk lokal tidak hanya membutuhkan kreativitas, tetapi juga pemenuhan sejumlah persyaratan agar produk dapat diterima pasar. Salah satunya melalui sertifikasi bagi pelaku usaha, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kami dari Kementerian Perdagangan banyak sekali program sertifikasi ‘free’ gitu, buat semua pemula (UMKM)," ujar Dewi Rokhayati, dalam paparannya.
Dewi mengatakan, salah satu fasilitasi yang diberikan Kementerian Perdagangan kepada pelaku UMKM adalah sertifikasi barcode. Menurut dia, barcode menjadi salah satu kebutuhan produk untuk masuk ke jaringan swalayan atau department store.
"Kalau mau masuk swalayan, atau departemen store perlu barcode. Agar produk kredibel," lanjutnya.
Sementara itu, Direktur Kampus BINUS @Alam Sutera, Prof. Lim Sanny, mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas menjadi sesuatu yang memiliki nilai nyata.
“Melalui LBFest, mahasiswa tidak hanya menciptakan produk dan membangun brand, tetapi juga belajar langsung dari konsumen, memahami pasar, serta mengembangkan bisnis agar dapat terus bertumbuh dan memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Lim Sanny, dalam keterangan yang diterima Sabtu, 3 Oktober 2026.
LBFest 2026 memasuki penyelenggaraan tahun ke-7 dengan menghadirkan 82 tenant yang menawarkan beragam produk karya mahasiswa dan alumni Business Creation BINUS Business School.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkenalkan sekaligus menguji produk yang mereka kembangkan secara langsung kepada konsumen. Pengalaman tersebut juga memungkinkan mahasiswa memperoleh respons pasar terhadap produk yang ditawarkan.
Head of Business Creation Program, Yunita Wijaya Handranata, mengatakan pengalaman berhadapan langsung dengan konsumen menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran calon wirausaha.
“LBFest kami hadirkan sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi kreativitas sekaligus membawa produk mereka bertemu langsung dengan masyarakat. Di sini mereka dapat melihat apakah produk yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan pasar, menerima masukan dari konsumen, sekaligus belajar membangun bisnis dalam situasi yang sesungguhnya,” ujar Yunita.
Menurut Yunita, pengalaman tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami pemasaran, pelayanan konsumen, evaluasi produk, hingga membangun jejaring dalam mengembangkan bisnis.
LBFest 2026 juga melibatkan komunitas dan mitra eksternal. Selain pameran produk, kegiatan tersebut diisi sejumlah aktivitas, di antaranya pertunjukan musik, mini games, e-sport, dan cosplay competition.
LBFest 2026 turut dihadiri Deputi Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Hendro Wicaksono. Hendro menilai pengalaman kewirausahaan sejak dini dapat mendorong semakin banyak anak muda untuk berani menciptakan peluang.
Usaha yang dirintis dari skala kecil pun berpotensi berkembang hingga menembus pasar global. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapat pengalaman untuk membangun, menguji, mengevaluasi, dan mengembangkan bisnis secara langsung di tengah masyarakat.
Keterlibatan generasi muda dalam pengembangan produk lokal dinilai dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan dan memperluas peluang produk Indonesia untuk masuk ke pasar yang lebih luas.










