TVRINews, Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengapresiasi keterlibatan kalangan perguruan tinggi dalam mendukung terwujudnya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) atau Open Defecation Free (ODF) di Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga.
"Alhamdulillah, Universitas Trisakti mengambil inisiatif pertama dan tentu saja kita sambut. Kita kerja sama dengan universitas bukan hanya bicara tentang MCK, tapi bagaimana meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat setempat,"kata Rano dalam keterangan tertulis, Senin, 29 Juni 2026.
Rano berharap sinergi dengan perguruan tinggi tidak berhenti pada penanganan persoalan buang air besar sembarangan (BABS), tetapi juga diperluas ke berbagai program yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, deklarasi STBM di Kelurahan Tomang merupakan inisiatif warga yang didukung oleh berbagai pihak, di antaranya Universitas Trisakti, JNE, PAL Jaya, serta BAZNAS Bazis DKI Jakarta. Melalui kolaborasi tersebut, berhasil dibangun lima unit MCK komunal baru dan direvitalisasi dua unit MCK komunal untuk memenuhi kebutuhan sanitasi warga.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saat ini sebanyak 194 dari total 297 kelurahan atau sekitar 72,6 persen telah mendeklarasikan komitmen Open Defecation Free.
"Persoalan BABS masih menjadi kendala di Jakarta. Karena itu, kami terus mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk mengentaskan persoalan itu,"jelasnya.
Selain fokus pada sanitasi, Rano mengatakan pemerintah daerah juga terus melakukan penataan kawasan permukiman kumuh di Jakarta. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan menurunnya jumlah RW kumuh dari 468 menjadi 211 RW pada 2026 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurutnya, berbagai perbaikan di bidang infrastruktur, sanitasi, dan lingkungan akan berdampak positif terhadap posisi Jakarta sebagai kota global.
Rano mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir peringkat Indeks Kota Global Jakarta telah meningkat dari posisi ke-74 menjadi ke-71. Ia optimistis peringkat tersebut masih berpotensi naik dalam waktu dekat.
"Saya yakin, mungkin dalam Agustus akan meningkat. Akibatnya kalau dengan indeks city global ini, Jakarta diakui sebagai kota metropolitan," tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah menjelaskan, program pengentasan BABS di Kelurahan Tomang diwujudkan melalui pembangunan lima unit MCK komunal dan revitalisasi dua unit MCK komunal. Seluruh fasilitas tersebut kini melayani 503 kepala keluarga atau sekitar 1.278 jiwa.
"Kami mengajak para kolaborator untuk membantu. Hal ini tentu menjadi bentuk kerja sama yang sangat sinergis dan sangat baik untuk masyarakat yang diberikan para kolaborator,"pungkasnya.










