TVRINews, Aceh
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Aceh agar siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.
Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah menargetkan sebagian besar pembangunan sekolah yang terdampak dapat diselesaikan pada tahun ajaran 2026/2027.

“Kami menargetkan pada tahun ajaran baru 2026/2027 sebagian besar sekolah sudah selesai dibangun. Untuk sekolah yang lokasinya masih dapat digunakan, sebagian besar sudah dibangun dan bahkan ada yang telah selesai dikerjakan,”ujar Mu’ti dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 23 Juni 2026.
Ia menjelaskan, percepatan pembangunan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan hak anak untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak tetap terpenuhi meski wilayahnya terdampak bencana.
Berdasarkan data Kemendikdasmen, terdapat 3.120 sekolah terdampak bencana di Aceh. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.920 sekolah telah masuk dalam proses penanganan. Sementara itu, 188 sekolah mengalami kerusakan berat dan 63 sekolah lainnya harus direlokasi.
Untuk menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar selama proses pembangunan berlangsung, pemerintah juga menyediakan ruang kelas darurat di sejumlah lokasi terdampak.
“Proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi harus diselesaikan secepatnya sehingga anak-anak Aceh dapat kembali belajar sebagaimana mestinya di sekolah,”lanjutnya.
Menurutnya, pembangunan kembali sekolah bukan hanya memperbaiki sarana fisik yang rusak akibat bencana, tetapi juga menjadi langkah penting untuk memulihkan kualitas pendidikan dan membangkitkan kembali semangat belajar para siswa di Aceh.










