TVRINews – Kalimantan Tengah
Pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-16 dengan 64 orang masih dalam pencarian di tengah tantangan struktur bangkai kapal yang labil.
Tragedi maritim yang menimpa KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Berdasarkan data terbaru per Selasa, 29 September 2026, tim SAR gabungan mencatat total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 179 orang dari keseluruhan 243 manifest penumpang dan awak kapal.
Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat, sementara 71 korban ditemukan meninggal dunia. Adapun 64 orang lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian.
Operasi penyelaman dan evakuasi di lapangan menghadapi hambatan teknis yang signifikan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan bahwa posisi bangkai kapal di dasar laut berada dalam kondisi yang sangat labil serta terus mengalami pergeseran kemiringan (trim).
Perubahan stabilitas struktur tersebut dinilai memiliki tingkat risiko tinggi bagi keselamatan penyelam, sehingga tim gabungan membatasi tindakan evakuasi pada jasad yang dapat dijangkau dari sisi luar lambung kapal.

(Konferensi pers hari ke-15 Operasi SAR KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa. Senin 28 September 2026 (Foto: Basarnas))
"Stabilitas bangkai kapal yang terus berubah menuntut kehati-hatian ekstra demi melindungi keselamatan personel penyelam di lapangan," demikian keterangan perwakilan otoritas penyelamatan pada laman resminya.
Sebagai langkah percepatan, Kementerian Perhubungan telah menyampaikan instruksi tegas kepada pemilik kapal serta perusahaan asuransi Protection and Indemnity (P&I) untuk segera mengoptimalkan operasi pengangkatan bangkai kapal (salvage).
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa perangkat pendukung salvage, termasuk kapal tunda berderajad crane barge, telah berada di Singapura dan siap dikerahkan melalui mitra internasional guna menjangkau korban yang diduga masih terjebak di area interior kapal.
Di tengah proses evakuasi yang berjalan, duka keluarga menyelimuti kedatangan para korban teridentifikasi. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mengumumkan identifikasi terhadap 16 jenazah, termasuk di antaranya Sugianto, seorang sopir ekspedisi asal Banjarmasin.
Dari aspek penegakan hukum, penanganan kasus ini resmi dilimpahkan dari Polda Kalimantan Selatan ke Mabes Polri. Penyelidikan lanjutan kini berada di bawah yurisdiksi Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri guna mendalam aspek kelaikan laut serta prosedur pemuatan kapal secara menyeluruh.










