TVRINews, Bogor
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri penutupan Gebyar Nusantara 2026 di IPB University, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan yang telah berlangsung selama 23 tahun itu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenalkan dan merawat keberagaman budaya Indonesia.
Fadli Zon mengapresiasi konsistensi IPB University, khususnya Kementerian Seni dan Budaya BEM KM IPB serta organisasi mahasiswa daerah, dalam menyelenggarakan Gebyar Nusantara.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut menunjukkan keterlibatan mahasiswa dalam pemajuan kebudayaan di lingkungan perguruan tinggi.
“Gebyar Nusantara telah berlangsung selama 23 tahun dan menjadi ruang apresiasi, kreasi, serta ekspresi budaya bagi generasi muda. Saya senang dapat hadir dan melihat langsung bagaimana mahasiswa ikut mengambil bagian dalam memajukan kebudayaan nasional Indonesia,” ujar Menbud Fadli Zon, Senin, 28 September 2026.
Fadli mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kebudayaan sejalan dengan amanat Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945. Ia menjelaskan, pemajuan kebudayaan mencakup berbagai unsur, mulai dari bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, pengetahuan tradisional, pangan lokal, permainan rakyat, olahraga tradisional, hingga seni.
“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan lahir dari perjalanan peradaban yang sangat panjang. Keragaman itu tidak cukup hanya kita kenali, tetapi perlu kita majukan bersama. Karena itu, perguruan tinggi dan mahasiswa memiliki posisi penting untuk ikut menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Indonesia,” tambahnya.
Fadli juga menyebut kebudayaan sebagai modal yang dapat dikembangkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan pelaku budaya dan generasi penerus pengetahuan menjadi faktor penting agar kebudayaan tetap hidup sekaligus memiliki nilai ekonomi.
“Kita perlu membangun ekosistem budaya dan ekonomi budaya yang berkelanjutan. Sumber daya alam seperti batu bara, nikel, dan emas memiliki keterbatasan, tetapi budaya dapat terus hidup selama ada pegiatnya, ada manusianya, dan ada sumber dayanya,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Deni Noviana, mengatakan kehadiran Menteri Kebudayaan dalam puncak Gebyar Nusantara 2026 menjadi kehormatan bagi keluarga besar IPB University.
Deni menyebut kegiatan tersebut menggambarkan keberagaman mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Melalui Gebyar Nusantara, mahasiswa membawa bahasa, busana, tarian, dan cita rasa dari berbagai penjuru tanah air. Kami ingin kampus ini menjadi tempat untuk menjaga, meneliti, dan mengembangkan kebudayaan bangsa, sehingga kegiatan ini dapat melahirkan karya kreatif mahasiswa yang berakar pada budaya dan memiliki daya saing global,” ungkap Deni.
Presiden Mahasiswa BEM IPB University, Muhammad Abdan, mengatakan keberlangsungan Gebyar Nusantara selama lebih dari dua dekade tidak terlepas dari keterlibatan organisasi mahasiswa daerah. Menurutnya, sekitar 70 organisasi mahasiswa daerah di IPB menjadi bagian dari ekosistem yang mempertemukan mahasiswa dengan latar belakang budaya yang beragam.
“Gebyar Nusantara merupakan miniatur Indonesia karena mempertemukan berbagai kultur untuk saling mengenal, memahami, dan merajut hubungan. Kami ingin menunjukkan bahwa IPB University tidak hanya memiliki kekuatan dalam keberagaman dan riset, tetapi juga memiliki komitmen untuk menjaga kebudayaan Indonesia,” kata Abdan.
Gebyar Nusantara 2026 berlangsung pada 5-27 September 2026. Kegiatan tersebut melibatkan organisasi mahasiswa daerah dan diisi dengan berbagai agenda, seperti perlombaan, kostum, stan kebudayaan, kuliner Nusantara, Jelajah Nusantara, serta pemilihan Putra Putri Organisasi Mahasiswa Daerah.
Penutupan Gebyar Nusantara 2026 ditandai dengan pengguntingan pita oleh Menteri Kebudayaan bersama perwakilan pimpinan IPB University dan penyelenggara.
Menutup sambutannya, Fadli Zon berharap semangat kebudayaan terus dijaga mahasiswa melalui karya, kegiatan, dan kolaborasi yang mendekatkan kebudayaan dengan kehidupan generasi muda. Ia juga berharap Gebyar Nusantara tahun berikutnya semakin semarak dan berkontribusi terhadap pemajuan kebudayaan nasional.










