TVRINews, Jakarta
Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menghadiri peringatan Hari Pramuka ke-65 dan pembukaan Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur, Jakarta Timur. Kehadiran KOWANI dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Pramuka, tetapi juga momentum untuk membuka ruang kolaborasi antara organisasi perempuan dan Gerakan Pramuka. KOWANI melihat pendidikan kepramukaan memiliki peran penting dalam membangun karakter, keterampilan, kepemimpinan, serta semangat pengabdian generasi muda.
Ketua Umum KOWANI periode 2024–2029, Nannie Hadi Tjahjanto, mengatakan nilai-nilai yang ditanamkan melalui kepramukaan sejalan dengan agenda KOWANI dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul.

“Dari keluarga kita membentuk karakter. Dari karakter kita melahirkan kader. Dari kader kita menyiapkan pemimpin. Dan dari pemimpin yang berintegritas kita membangun masa depan Indonesia,” kata Nannie.
Menurutnya, tema Hari Pramuka 2026 yang berkaitan dengan dukungan terhadap swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045 juga memiliki keterkaitan dengan program KOWANI. Sejumlah isu seperti ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga, pendidikan karakter, dan penguatan generasi menjadi perhatian bersama.
KOWANI memandang nilai disiplin, kemandirian, gotong royong, kepedulian sosial, cinta Tanah Air, dan kepemimpinan yang terdapat dalam pendidikan kepramukaan dapat menjadi fondasi dalam proses kaderisasi.
Kaji Pembentukan Sako Berbasis Komunitas KOWANI
Sebagai tindak lanjut, KOWANI akan melakukan koordinasi dan konsultasi dengan jajaran Gerakan Pramuka terkait kemungkinan membangun wadah pembinaan kepramukaan berbasis komunitas KOWANI, termasuk opsi Satuan Komunitas Pramuka (Sako/Sakoma).
Namun, KOWANI menegaskan bahwa rencana tersebut masih berada dalam tahap penjajakan. Pembentukan hingga pengesahan nantinya harus mengikuti aturan dan mekanisme resmi Gerakan Pramuka.
KOWANI juga menekankan pentingnya membedakan antara rencana dengan keputusan kelembagaan.
“Minat bukan pengesahan. Persiapan bukan pelantikan. Pencanangan bukan SK,” tegas KOWANI.
Setiap proses pembentukan, pendaftaran, pengesahan kepengurusan, hingga pelantikan akan dilakukan sesuai ketentuan kwartir yang memiliki kewenangan.
Disiapkan untuk Kaderisasi Berkelanjutan
Pengembangan kepramukaan di lingkungan KOWANI nantinya diharapkan dapat terhubung dengan sejumlah agenda kaderisasi perempuan dan generasi muda, seperti KOWANI Muda, Srikandi KOWANI, Safe Space KOWANI, The Guardian of Nusantara, Transformasi Ilmu Tepat Guna, serta Young Women Entrepreneurship.
Konsep tersebut diarahkan untuk membangun proses pembinaan yang berkesinambungan, dari lingkungan keluarga hingga pengabdian di masyarakat.
KOWANI ingin kepramukaan tidak hanya dipandang sebagai aktivitas organisasi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun keterampilan, karakter, kepemimpinan, dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju 100 tahun KOWANI pada 2028 serta upaya memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Tiga Agenda Bulan Kemerdekaan
Semangat tersebut kemudian akan dilanjutkan melalui rangkaian Bulan Kemerdekaan KOWANI 2026.
Agenda pertama, Merdeka Pangan, pada 17 Agustus 2026, akan menyoroti ketahanan pangan, pangan lokal, tempe, UMKM, dan keluarga.
Kemudian Merdeka Berkarya pada 26 Agustus 2026 akan mengangkat kreativitas, inovasi pangan, UMKM, serta penguatan ekonomi perempuan.
Sementara Merdeka Menyiapkan Generasi pada 30 Agustus 2026 akan diarahkan pada pendidikan karakter, kepramukaan, kaderisasi, kepemimpinan, bela negara, dan cinta Tanah Air.
KOWANI menilai momentum kemerdekaan perlu diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menyiapkan generasi penerus bangsa.
Melalui penguatan kolaborasi perempuan, keluarga, pendidikan, dan kepramukaan, KOWANI berharap lahir lebih banyak kader dan pemimpin perempuan yang berkarakter, mandiri, serta memiliki semangat pengabdian bagi Indonesia.










