TVRINews, Sumedang
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto melakukan pertemuan dengan perwakilan BEM Universitas Padjadjaran (Unpad), pada Sabtu, 15 Agustus 2026 hari ini. Pada pertemuan, tersebut mahasiswa memanfaatkan momen itu untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan pendidikan tinggi, termasuk soal pendanaan dan akses mahasiswa.
Selain itu, pada kesempatan tersebut para mahasiswa menyoroti perlunya sistem pendanaan perguruan tinggi yang lebih berkeadilan. Mereka menilai kampus perlu memiliki sumber pemasukan yang beragam agar keberlangsungan institusi tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran negara maupun biaya pendidikan.
Mahasiswa juga mendorong perguruan tinggi mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki, mulai dari unit usaha, pemanfaatan aset, kemitraan dengan industri hingga hasil penelitian dan inovasi.
Momen tersebut, disambut baik oleh Brian. Menurutnya, perguruan tinggi perlu mulai mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan pendapatan melalui kekuatan riset dan teknologi.
“Kita juga ingin menstimulasi kampus itu mendapatkan pemasukan dari sains dan teknologi. Riset dan teknologi itu semakin maju kampus, pendapatannya semakin besar,” kata Brian.
Ia mengatakan hasil penelitian di perguruan tinggi seharusnya dapat dikembangkan lebih jauh sehingga memiliki nilai ekonomi. Produk maupun teknologi hasil riset, misalnya, dapat diarahkan untuk menjadi sumber pendapatan baru bagi kampus.
Pemerintah, lanjut Brian, akan memberikan dukungan dalam bentuk stimulus agar perguruan tinggi mampu mengembangkan penelitian yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi.
Namun, upaya mendorong kemandirian kampus tetap harus memperhatikan kondisi mahasiswa. Brian menegaskan persoalan ekonomi tidak boleh menjadi alasan seorang mahasiswa kehilangan kesempatan untuk menempuh atau menyelesaikan pendidikan.
“Semua kampus tidak boleh ada mahasiswa yang berhenti hanya karena permasalahan ekonomi,” tegasnya.
Persoalan data sosial ekonomi mahasiswa turut menjadi pembahasan. Bagi mahasiswa yang menemukan ketidaksesuaian pada data desil, tersedia mekanisme pengaduan dan pembaruan data melalui BPS.
Brian menekankan, penguatan finansial perguruan tinggi harus berjalan seimbang dengan kebijakan yang memastikan mahasiswa dari kelompok yang membutuhkan tetap memperoleh dukungan.
Dialog dengan BEM Unpad menjadi salah satu ruang bagi Kemdiktisaintek untuk menerima masukan langsung dari mahasiswa. Aspirasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengevaluasi dan menyempurnakan kebijakan pendidikan tinggi.
Dengan pendekatan tersebut, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya semakin kuat dalam riset dan inovasi, tetapi juga mampu membangun sumber pendanaan yang berkelanjutan tanpa mengorbankan akses mahasiswa terhadap pendidikan.










