TVRINews, Jakarta
Tim SAR mencatat jumlah korban meninggal dunia usai gempa bumi dengan magnitudo sebesar 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 40 orang pada pukul 18.30 WITA. Hal tersebut, diungkap oleh Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman.
“Per 18.30 WITA, rekapitulasi korban meninggal dunia sementara sebanyak 40 orang,” kata dia pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Ia menerangkan, jika angka tersebut didapat dari laporan petugas di lapangan. Selain korban meninggal dunia, ia juga menerima ada sebanyak 50 korban yang mengalami luka-luka. Baik luka ringan, ataupun luka berat sehingga tercatat jumlah korban luka ada sebanyak 90 orang.
Selain itu, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto telah memberangkatkan sebanyak 5.000 paket sembako, yang akan diberikan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 hari ini. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, jika hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah untuk bergerak cepat menangani dampak gempa yang terjadi.
“Telah diberangkatkan ke Maumere berupa 50.000 paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak,” katanya.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika Presiden Prabowo telah menugaskan beberapa pejabat pusat yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kepala Basarnas untuk langsung ke Labuan Bajo dan Maumere.
Selanjutnya, lanjut dia yang Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Sosial, serta tim dari PLN, Pertamina, Telkom, dan Bulog juga ditugaskan untuk menuju lokasi gempa.
“Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ucap Teddy.
Sebelumnya, Kepala BNPB Suharyanto pun menyatakan Banpres yang dikirim Presiden Prabowo segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
“Ini segera kami akan kirimkan untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana,” kata dia.
Selain sembako, kata dia pemerintah bakal memastikan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar warga terdampak gempa. Bantuan yang disiapkan meliputi makanan, minuman, air bersih, tenda atau tempat berlindung, genset, serta kebutuhan darurat lainnya.
Pemerintah juga terus mengoptimalkan persediaan logistik yang tersedia di wilayah sekitar lokasi bencana. Suharyanto menjelaskan, Kementerian Sosial dalam satu hingga dua hari ke depan akan menggeser persediaan dari kabupaten-kabupaten tetangga yang terdampak lebih ringan atau tidak terdampak gempa.










