TVRINews, Jakarta
Tentara Nasional Indonesia (TNI) menerjunkan sebanyak 1.267 personel yang dikerahkan ke sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu penanganan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 hari ini. Di mana, ribuan personel tersebut terdiri dari personel TNI, Basarnas, BPBD, instansi terkait, serta masyarakat.
Kepala Bidang Penerangan Umum Pusat Penerangan TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi mengatakan, jika personel gabungan ini diterjunkan untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban, penanganan medis, hingga penanganan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa.
Selain itu, ia menuturkan jika dukungan TNI juga mencakup pengoperasian posko dan dapur lapangan guna memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.
“TNI juga mendukung pengoperasian posko dan dapur lapangan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak,” kata Agung di Jakarta.
Tak hanya itu, ia menyebut jika penempatan personel tersebut nantinya tersebar di enam wilayah.
“Sebanyak 263 personel berada di Kabupaten Sikka, 105 personel di Ngada, 400 personel di Nagekeo, 120 personel di Ende, 295 personel di Manggarai dan Manggarai Timur, serta 84 personel di Manggarai Barat,” sebutnya
Untuk menunjang operasi kemanusiaan tersebut, kata dia TNI mengerahkan 89 kendaraan, mendirikan 21 tenda lapangan, dan menyediakan 120 velbed.
Dukungan dari unsur TNI Angkatan Laut juga disiapkan melalui satu unit helikopter Bell 412 milik Lanudal Juanda. Pesawat tersebut akan mendukung mobilitas personel sekaligus pengiriman dukungan ke sejumlah daerah yang sulit dijangkau.
Agung menyebut pengerahan kekuatan tersebut merupakan bagian dari respons cepat TNI dalam membantu masyarakat setelah bencana.
“TNI bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan penanganan secara terpadu untuk mendukung proses pencarian, evakuasi, perawatan korban, serta pemulihan kondisi masyarakat dan wilayah terdampak,” ujarnya.
Di sisi lain, BNPB melaporkan jumlah korban meninggal akibat gempa M7,7 di NTT telah mencapai 47 orang berdasarkan data sementara hingga Sabtu pukul 18.48 WIB.
Dikesempatan yang sama, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan korban meninggal tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, Ngada satu orang, dan Ende satu orang.
Petugas juga masih melakukan evakuasi serta memberikan penanganan medis terhadap warga yang mengalami luka-luka.
Selain korban jiwa, gempa mengakibatkan kerusakan pada ratusan rumah. BNPB mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.
Sejumlah fasilitas publik turut terdampak, meliputi 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor. Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah fasilitas umum lainnya.
Hingga kini, penanganan darurat masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur untuk mencari korban, memberikan bantuan, serta memulihkan kondisi masyarakat di wilayah terdampak.










