TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menegaskan Dana Pendidikan yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merupakan investasi strategis bangsa yang harus dikelola secara visioner, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, pemanfaatan dana tersebut harus selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Pratikno saat memimpin Rapat Dewan Penyantun LPDP di Kantor Kemenko PMK, Jakarta. Sebagai Ketua Dewan Penyantun LPDP, ia menekankan bahwa Dana Pendidikan bukan sekadar instrumen pembiayaan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul, memperkuat riset dan inovasi, serta meningkatkan daya saing Indonesia.
"Dana Pendidikan bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul, memperkuat riset dan inovasi, serta meningkatkan daya saing Indonesia. Karena itu, setiap program LPDP harus mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," ujar Pratikno dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 17 Juli 2026.
Dalam rapat tersebut, Dewan Penyantun mengevaluasi pelaksanaan berbagai program strategis LPDP, mulai dari penyelenggaraan beasiswa, pendanaan riset, dukungan bagi perguruan tinggi, hingga pemajuan kebudayaan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh program berjalan efektif, akuntabel, tepat sasaran, dan sejalan dengan agenda pembangunan nasional.
Untuk memperkuat sinergi pelaksanaan program pendidikan, riset, dan inovasi, Pratikno mengusulkan pembentukan Project Management Office (PMO) bersama yang melibatkan LPDP, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
"Yang paling tinggi intensitasnya adalah LPDP, Kemendiktisaintek, dan BRIN. Saya sarankan ada PMO bersama agar program-program tersebut dapat tersinergikan dengan baik," ucapnya.
Lebih lanjut, Pratikno juga menekankan pentingnya memperkuat kontribusi LPDP terhadap sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas Presiden, di antaranya kesehatan, ketahanan pangan, energi, digitalisasi, manufaktur, dan ekonomi kreatif. Menurutnya, investasi di bidang pendidikan dan riset harus mampu menghasilkan talenta unggul, inovasi, serta teknologi yang mendukung transformasi ekonomi Indonesia.
Selain mengevaluasi program yang telah berjalan, rapat juga membahas sejumlah inisiatif baru, seperti kerja sama program magang internasional (professional fellows), pengembangan kolaborasi pendidikan tinggi dan riset internasional, perluasan skema co-funding dengan berbagai mitra strategis, hingga pengembangan LPDP Trust Fund sebagai instrumen pengelolaan dana hibah untuk memperluas dukungan terhadap pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan talenta Indonesia.
Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, Dewan Penyantun LPDP optimistis Dana Pendidikan akan semakin berperan sebagai instrumen strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, riset, inovasi, dan kebudayaan.










