TVRINews, Bali
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan peninjauan Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan di Bali pada Minggu, 7 Juni 2026 hari ini.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo disambut dengan penampilan tari kecak khas Bali yang dilakukan oleh siswa sekolah tersebut. Tak hanya itu, saat melakukan kunjungan Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Diinformasikan, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menetapkan target pembangunan 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia hingga 2029. Hal tersebut, diungkapkan saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin, 12 Januari 2026.
“Hari ini kita meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Target kita 500 sekolah hingga 2029, masing-masing menampung 1.000 murid, atau setara 500.000 siswa. Cita-cita saya, pada akhir masa jabatan, kita mampu menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia,” ujarnya.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara tidak boleh bersikap pasif dalam menghadirkan kesejahteraan.
Mantan Menhan ini menilai, jika pendekatan pembangunan yang hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi tanpa intervensi pemerataan berpotensi memperlebar jurang sosial.
Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga menyoroti pandangan ekonomi yang membiarkan kekayaan terkonsentrasi pada kelompok kecil dengan asumsi akan mengalir secara alami ke lapisan bawah.
Menurutnya, pengalaman menunjukkan bahwa mekanisme tersebut tidak selalu berjalan sebagaimana teori, bahkan bisa memakan waktu sangat lama.
“Kita tidak bisa menunggu kesejahteraan datang dengan sendirinya. Negara harus hadir dan bertindak,” ujar Presiden Prabowo.
Sebagai bangsa yang lahir dari perjuangan melawan penjajahan, Presiden Prabowo menilai Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan seluruh rakyat merasakan hasil kemerdekaan.
Ia menegaskan, bahwa amanat konstitusi mengharuskan pemerintah melindungi rakyat dari ancaman kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan sosial.
Presiden Prabowo menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata peran negara dalam memutus ketimpangan, khususnya melalui jalur pendidikan.
Ia mengatakan, jika pendidikan bukan sekadar sarana belajar, tetapi alat untuk mengangkat martabat dan kualitas hidup masyarakat.










