TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) resmi membuka Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Menengah 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.
OSN Dikmen 2026 menjadi ajang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan di bidang sains sekaligus membuka kesempatan pembinaan hingga tingkat internasional.
Sebanyak 540 finalis dari 28 provinsi dan satu Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) Jepang mengikuti kompetisi nasional. Para peserta berkompetisi dalam sembilan bidang, yakni astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika/komputer, kebumian, kimia, dan matematika.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan, OSN menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menemukan dan mengembangkan talenta peserta didik.
“OSN adalah ruang untuk menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan talenta para murid dan semangat inilah yang menjadi dasar manajemen talenta murid,”kata Suharti dalam keterangan tertulis, dikutip, Kamis, 17 September 2026.
Menurut Suharti, pencapaian peserta dalam OSN tidak hanya berkaitan dengan perolehan medali. Peserta dengan prestasi terbaik dapat memperoleh kesempatan untuk mengikuti pembinaan lanjutan dan berkompetisi pada ajang sains internasional.
“OSN bukan sekadar untuk mendapatkan medali, melalui pembinaan berkelanjutan, para peserta dengan capaian terbaik berkesempatan mewakili Indonesia di ajang olimpiade sains internasional dan memperoleh peluang pengembangan pendidikan melalui kesempatan mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia,”lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono menyampaikan, jumlah peserta yang mendaftar OSN Dikmen 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Tercatat sebanyak 297.955 peserta mendaftar pada 2026, atau meningkat 12,33 persen dari 265.251 peserta pada 2025. Peserta berasal dari SMA, MA, SMK, MAK, dan satuan pendidikan sederajat di 38 provinsi serta SILN di berbagai negara.
“Artinya, setiap tahun tingkat persaingan OSN ini semakin tinggi. Luar biasa adik-adik sudah sampai tahap final,”ungkap Irene.
Selain sembilan bidang OSN, Puspresnas bersama Cakrawala University kembali menggelar Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA). Pada tahun kedua penyelenggaraannya, jumlah pendaftar EKKA meningkat 72,01 persen, dari 1.347 peserta pada 2025 menjadi 2.317 peserta dari 37 provinsi pada 2026.
Sebanyak 26 finalis dari 10 provinsi akan mengikuti babak final EKKA 2026. Ajang tersebut menjadi bagian dari perluasan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan talenta di bidang kecerdasan artifisial.
Irene menegaskan, pembinaan talenta peserta didik tidak berhenti setelah mendapatkan medali.
“Tidak hanya medali, tidak hanya uang pembinaan, namun juga serangkaian upaya pengembangan prestasi berkelanjutan,” jelas Irene.
Pelaksanaan OSN tersebut sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid. Peserta dengan capaian terbaik berkesempatan mengikuti pembinaan lanjutan untuk mewakili Indonesia dalam berbagai olimpiade sains internasional, seperti International Mathematical Olympiad (IMO), International Physics Olympiad (IPhO), dan International Olympiad in Informatics (IOI).
UMM kembali dipercaya menjadi tuan rumah OSN Dikmen 2026. Perguruan tinggi tersebut menyediakan fasilitas dan layanan penyelenggaraan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan akademik selama kompetisi berlangsung.
Rektor UMM Nazaruddin Malik mengatakan, pihaknya mendukung program pemerintah dalam pengembangan sains dan talenta peserta didik.
“Selamat berkompetisi, tegakkan kejujuran, raihlah prestasi yang maksimal,”kata Nazaruddin.
Salah satu finalis OSN bidang matematika, Edric Owen Pidono dari SMAS Katolik Rajawali Makassar, Sulawesi Selatan, mengatakan keikutsertaannya juga menjadi kesempatan untuk membuka peluang pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Motivasi saya mengikuti OSN adalah karena prestasi di ajang ini dapat membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, salah satunya melalui kesempatan mendapatkan Beasiswa Talenta Indonesia dan beasiswa lainnya,”ucap Edric.
Harapan serupa disampaikan Azzahra Nabilla Sofian dari SMA Negeri 10 Samarinda, finalis bidang biologi. Ia berharap kerja kerasnya dalam kompetisi tersebut dapat membuahkan prestasi dan kesempatan mengikuti ajang internasional.
“Semoga usaha dan kerja keras saya bisa membuahkan medali dan lanjut ke ajang internasional,”ujar Sofian.
Sementara itu, peserta EKKA OSN 2026 Michael Daniel dari SMAS Darma Yudha, Pekanbaru, Riau, berharap kompetisi tersebut dapat menjadi langkah untuk mengembangkan kemampuannya di bidang kecerdasan artifisial.
“Selain ingin memperdalam kecerdasan artifisial, saya ingin mengikuti pelatnas dan bergabung menjadi tim nasional Indonesia pada ajang International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI),”ungkap Darma.
OSN Dikmen 2026 berlangsung di UMM pada 14–20 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti 566 murid yang terdiri atas peserta OSN dan EKKA, sebagai bagian dari upaya Kemendikdasmen menyediakan ruang pengembangan talenta, pengalaman belajar, dan prestasi peserta didik.










