TVRINews, Batang
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad, mengecam aksi perusakan bus yang membawa rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 21.30 WIB. Ia meminta insiden tersebut ditangani secara jelas agar keselamatan para pemain muda tetap terlindungi dan kejadian serupa tidak terulang.
Habib Syarief mengaku prihatin atas kekerasan yang menimpa rombongan akademi Persib. Menurut dia, keselamatan anak-anak yang sedang meniti karier di dunia sepak bola harus menjadi perhatian serius.
"Saya sangat prihatin dan mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum terhadap para siswa Akademi Persib," kata Habib Syarief, dalam keterangan yang diterima, Selasa, 13 Oktober 2026.
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I itu menegaskan, kekerasan terhadap pemain muda tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Terlebih, mereka tengah menjalani proses pembinaan untuk mengembangkan kemampuan dan merintis masa depan di dunia sepak bola.
"Kita tidak boleh membiarkan kekerasan terhadap anak-anak yang sedang meniti karier di dunia sepak bola terjadi begitu saja tanpa penanganan yang jelas," tegasnya.
Habib Syarief menilai, setiap tindakan yang membahayakan keselamatan pemain muda perlu mendapat perhatian dan penanganan yang semestinya. Para atlet usia muda harus memperoleh perlindungan agar dapat menjalani aktivitas olahraga tanpa rasa takut terhadap ancaman kekerasan.
Ia juga menekankan sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk membangun sportivitas, kedisiplinan, dan karakter generasi muda. Karena itu, insiden yang menimpa rombongan EPA Persib Bandung perlu ditangani secara serius.
"Para siswa Akademi Persib sedang meniti karier di dunia sepak bola. Mereka seharusnya mendapatkan ruang yang aman untuk berkembang, bukan justru menghadapi tindakan kekerasan," ujarnya.
Menurut Habib Syarief, penanganan yang jelas diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Perlindungan terhadap atlet muda, kata dia, menjadi tanggung jawab bersama, termasuk ketika para pemain melakukan perjalanan untuk mengikuti kegiatan atau kompetisi sepak bola.
Ia berharap insiden tersebut segera mendapat penanganan yang jelas sehingga keselamatan para pemain muda tetap terjaga.
"Jangan sampai kejadian seperti ini dianggap sebagai hal biasa. Kekerasan terhadap anak-anak yang sedang membangun masa depan melalui olahraga harus menjadi perhatian serius," katanya.
Bus Rusak, Barang Milik Pemain Dilaporkan Hilang
Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan kaca bus rombongan Persib rusak. Sejumlah koper milik pemain dan ofisial juga dilaporkan hilang.
Dalam video yang beredar di media sosial, seorang ofisial Persib U-18 terlihat mengalami luka lecet di bagian pipi dan kepala. Namun, kronologi lengkap kejadian serta identitas pihak yang terlibat masih dalam proses verifikasi oleh pihak berwenang.
Sementara itu, Persib mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap rombongan tim EPA Persib Bandung. Klub juga mengimbau semua pihak untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak melakukan aksi balasan.
Hingga berita ini ditulis, proses verifikasi masih berlangsung untuk memastikan kronologi kejadian dan mengidentifikasi pihak yang terlibat. Penanganan insiden tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan sekaligus menjaga keamanan para pemain muda dalam menjalani pembinaan dan kompetisi sepak bola.










