TVRINews, Jakarta
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir mengungkapkan alasan Indonesia mencalonkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pria yang akrab disapa Tata itu mengatakan, pencalonan Budi sebagai Dirjen WHO bertujuan untuk mendorong terwujudnya arsitektur kesehatan global yang lebih adil, terutama bagi negara-negara berkembang.
"Pencalonan Menteri Kesehatan kita sebagai Direktur Jenderal WHO demi arsitektur kesehatan global yang lebih adil bagi negara berkembang," kata Tata dikutip Selasa, 13 Oktober 2026.
Tata menjelaskan, saat ini sistem multilateral belum berpihak sepenuhnya kepada negara negara berkembang (global south). Karena itu, Indonesia terus mendorong penguatan sistem multilateral agar lebih akuntabel, transparan, dan mampu mewakili kepentingan berbagai negara.
Ia mencontohkan langkah Indonesia yang terpilih sebagai anggota Dewan Auditor PBB atau UN Board of Auditors pada 2025. Keanggotaan tersebut menjadi salah satu upaya Indonesia untuk memperkuat akuntabilitas dan transparansi organisasi internasional.
"Kita tidak hanya mengetuk pintu dari luar, kita ikut memperbaiki rumahnya dari dalam," ujar Tata.
Selain itu, Indonesia juga mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029-2030. Langkah ini bertujuan untuk mendorong Dewan Keamanan PBB menjadi lembaga yang lebih efektif, representatif, transparan, dan demokratis.
"Semangat yang sama mendasari pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029-2030 untuk mendorong Dewan Keamanan PBB yang lebih efektif, representatif, transparan, dan demokratis," pungkas Tata.










