TVRINews, Jakarta
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) melalui Pusat Kesehatan Pertahanan (Puskeshan) bersama Kementerian Kesehatan dan TNI Angkatan Udara menggelar simulasi Air Medical Evacuation atau evakuasi medis udara menggunakan helikopter EC-120B Colibri di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Soedirman, Jakarta.
Kegiatan yang turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus tersebut bertujuan menguji kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas instansi dalam mendukung pengembangan layanan ambulans udara di Indonesia.
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, simulasi tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas instansi untuk mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mengembangkan layanan ambulans udara, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
“Latihan ini merupakan bentuk kolaborasi Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, dan TNI Angkatan Udara dalam mendukung arahan Presiden untuk mengembangkan layanan ambulans udara,”kata Benjamin dalam keterangan tertulis, dikutip, Jumat, 23 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pengembangan layanan ambulans udara tidak hanya mencakup penyediaan armada, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, fasilitas pendukung penerbangan, serta rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam simulasi tersebut, helikopter EC-120B Colibri digunakan untuk menjalankan skenario evakuasi dua pasien dengan kondisi darurat, yakni pasien patah tulang dan pasien henti jantung.
Setibanya di RSPPN Soedirman, pasien dengan patah tulang dibawa ke kamar operasi untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, pasien henti jantung dievakuasi ke ruang catheterization laboratory (Cathlab) guna menjalani penanganan lebih lanjut.
Pelaksanaan simulasi ini juga didukung penyerahan sertifikat kelaikan fasilitas pendukung penerbangan untuk heliport RSPPN Soedirman yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Puskeshan Kemhan sekaligus Kepala RSPPN Soedirman, Brigjen TNI Sunaryo Kusumo, menyampaikan bahwa simulasi tersebut menjadi wujud kesiapan rumah sakit dalam mendukung program nasional di bidang kesehatan.

(Foto: Humas Kementerian Pertahanan)
“Simulasi ini merupakan wujud kesiapan rumah sakit dalam mendukung program nasional di bidang kesehatan,”ungkap Sunaryo.
Menurutnya, pelaksanaan simulasi juga menjadi acuan bagi pengembangan layanan evakuasi medis udara di daerah terpencil dan terluar. Pengembangan tersebut perlu mempertimbangkan kebutuhan pelayanan kesehatan, kondisi geografis, serta karakteristik wilayah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Kemhan bersama Kementerian Kesehatan dan TNI Angkatan Udara berupaya meningkatkan kesiapan penanganan medis darurat melalui layanan evakuasi udara. Kolaborasi lintas instansi diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui transportasi darat.










