TVRINews, Jakarta
Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, Agus Sudibyo resmi melantik Tubagus Fiki Chikara Satari sebagai Direktur Utama Pengganti Antarwaktu (PAW) TVRI periode 2023–2028 di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Dewan Pengawas LPP TVRI tentang pengangkatan Direktur Utama Pengganti Antarwaktu untuk sisa masa jabatan hingga 14 November 2028.
Dalam prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Agus Sudibyo menyampaikan keyakinannya bahwa Tubagus Fiki Chikara Satari mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Agus Sudibyo saat pelantikan di Gedung LPP TVRI Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 8 Juni 2026.
Pengambilan sumpah jabatan turut disaksikan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Erick Thohir, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo serta sejumlah pejabat pemerintah dan tokoh penyiaran nasional.
Dalam sambutannya, Agus Sudibyo menyoroti tantangan besar yang dihadapi TVRI di tengah perubahan ekosistem media dan perkembangan platform digital yang berlangsung sangat cepat.
Menurutnya, momentum penunjukan direktur utama baru menjadi langkah penting untuk memperkuat transformasi TVRI sebagai lembaga penyiaran publik.
“TVRI membutuhkan seorang administrator, kreator, sekaligus pemimpin yang mampu membawa perubahan dan pembaruan,”jelasnya.
Ia juga menyebut TVRI saat ini tengah menjadi sorotan publik, terutama terkait kesiapan lembaga tersebut menghadapi dinamika industri penyiaran modern.
Meski demikian, Agus menegaskan Dewan Pengawas bersama panitia seleksi telah menjalankan proses pemilihan secara objektif, profesional, dan penuh pertimbangan.
Selain itu, Dewan Pengawas TVRI juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan DPR RI atas dukungan terhadap penguatan kelembagaan TVRI.
Agus berharap kepemimpinan baru dapat membawa TVRI menjadi lembaga penyiaran publik yang semakin adaptif, modern, dan relevan bagi masyarakat Indonesia.










