TVRINews, Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memaparkan berbagai capaian pembangunan serta arah pengembangan Jakarta ke depan saat membacakan sambutan Gubernur DKI Jakarta dalam Rapat Paripurna DPRD memperingati HUT ke-499 Jakarta.
Dalam pidatonya, Rano menegaskan bahwa perjalanan panjang Jakarta selama hampir lima abad telah membentuk kota ini sebagai pusat pemerintahan, perekonomian, kebudayaan, sekaligus ruang pertemuan masyarakat dari beragam latar belakang.
Menurutnya, peringatan hari jadi Jakarta menjadi momentum penting untuk memperkuat peran ibu kota sebagai pusat perekonomian nasional sekaligus kota global sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta.
“Di tengah gejolak ekonomi global, Jakarta tetap mampu menunjukkan daya tahan dan kinerja ekonomi yang kuat,”kata Rano dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Juni 2026.
Ia menjelaskan, perekonomian Jakarta pada triwulan I 2026 tumbuh 5,59 persen dan memberikan kontribusi sebesar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.
Selain itu, pembangunan daerah juga ditandai dengan inflasi yang terkendali, peningkatan investasi, serta penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.
Rano menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, memperluas lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial
Dalam kesempatan itu, Rano memaparkan tiga sektor utama yang menjadi fondasi pembangunan Jakarta, yakni pendidikan, kesehatan, dan sosial.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menjalankan program pemutihan ijazah bagi ribuan peserta didik, menyalurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus kepada lebih dari 707 ribu siswa, serta memberikan bantuan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) kepada lebih dari 15 ribu mahasiswa.
Selain itu, Pemprov DKI juga melaksanakan program Sekolah Swasta Gratis di 103 sekolah, menyelenggarakan Sekolah Lansia PINTAR, serta menyiapkan skema beasiswa unggulan daerah bagi putra-putri Jakarta yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.
Pada sektor kesehatan, pemerintah daerah tengah membangun Rumah Sakit Royal Batavia Cakung dan mempersiapkan pembangunan rumah sakit daerah berstandar internasional di wilayah Grogol Petamburan.
Pemprov DKI juga menghadirkan layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah melalui program Pasukan Putih, layanan kesehatan mental 24 jam JakCare, pembangunan empat puskesmas baru, serta rehabilitasi sejumlah fasilitas kesehatan di berbagai wilayah Jakarta.
Sementara pada bidang sosial, bantuan pemenuhan kebutuhan dasar terus disalurkan melalui program Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), dan Kartu Anak Jakarta (KAJ) yang menjangkau ratusan ribu penerima manfaat.
Infrastruktur dan Penataan Kota Terus Dipercepat
Rano menegaskan pembangunan manusia harus didukung lingkungan kota yang nyaman, tertata, dan berkelanjutan. Karena itu, Pemprov DKI terus melakukan pembenahan kawasan permukiman, revitalisasi pasar rakyat, penataan trotoar, hingga pengendalian parkir liar.
Menurutnya, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan berkurangnya jumlah kawasan kumuh di Jakarta, dari 445 RW pada 2017 menjadi 211 RW pada 2026.
Pemprov DKI juga terus memperluas ruang terbuka hijau, merevitalisasi taman kota, membangun embung, meningkatkan area resapan air, serta memperluas pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB).
Di bidang transportasi, pembangunan MRT Jakarta Fase 2A dan LRT Jakarta Fase 1B terus dilanjutkan guna memperkuat konektivitas dan integrasi transportasi publik.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat integrasi antarmoda di kawasan Dukuh Atas, menyediakan layanan transportasi gratis bagi 15 kelompok masyarakat, meningkatkan akses transportasi wilayah kepulauan, serta menerapkan pengaturan lalu lintas berbasis kecerdasan buatan.
Perkuat Posisi Jakarta Sebagai Kota Global
Dalam menjalankan perannya sebagai kota global, Jakarta tidak hanya berfokus pada pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, serta pelestarian kawasan bersejarah.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan kawasan Kota Tua Jakarta, revitalisasi Setu Babakan sebagai pusat budaya Betawi, serta penguatan kawasan Pasar Baru dan sejumlah kawasan strategis lainnya.
Rano juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan adat Betawi agar dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga identitas kota dan memperkuat nilai-nilai kebudayaan Jakarta.
Di sisi lain, Pemprov DKI terus mengembangkan sistem keamanan dan tata kelola berbasis teknologi melalui integrasi CCTV dalam satu sistem pemantauan kota secara real time yang terhubung dengan aparat keamanan.
Menurut Rano, berbagai langkah tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Hal ini tercermin dari meningkatnya peringkat Jakarta dalam Global Cities Index, masuk dalam jajaran kota dengan transportasi publik terbaik dunia, serta menjadi salah satu kota teraman di Asia Tenggara.
Ia menambahkan, Jakarta juga terus memperluas kerja sama internasional dengan berbagai kota dunia seperti Shenzhen, Singapore, London, Berlin, dan Guangzhou untuk memperkuat mobilitas perkotaan yang terintegrasi, rendah emisi, dan berdaya saing global.
Menutup sambutannya, Rano mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun Jakarta yang lebih maju, berkelanjutan, dan berkeadilan.
“Satu tahun lagi Jakarta akan memasuki usia lima abad. Momentum ini harus menjadi titik tolak untuk menyiapkan masa depan kota dengan lebih sungguh-sungguh,”tuturnya.










