TVRINews, Jakarta
Angga Pramana Jaya resmi dilantik sebagai Wakil Ketua Umum Alumni Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (P2NK) Angkatan ke-75 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), pada Kamis kemarin, 15 Oktober 2026, di Gedung Lemhannas RI, Jakarta. Ia berkomitmen mendorong penguatan nilai kebangsaan melalui kepemimpinan, kolaborasi lintas sektor, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Angga menilai, nilai-nilai kebangsaan tidak cukup dipahami melalui pendidikan dan teori, tetapi perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kepemimpinan organisasi, kegiatan usaha, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Lemhannas memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Di sini kita dipertemukan dengan banyak tokoh hebat yang memiliki pengalaman dan pengabdian di bidangnya masing-masing. Saya merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari lingkungan yang penuh dengan ilmu, pengalaman, dan pemikiran strategis tentang masa depan Indonesia," ungkap Angga, dalam keterangan yang diterima, Jumat, 16 Oktober 2026.
Menurut Angga, kepercayaan untuk bergabung dalam kepengurusan Alumni P2NK 75 Lemhannas RI menjadi tanggung jawab untuk memperluas kolaborasi dan mengoptimalkan potensi para alumni demi kepentingan bangsa dan negara.

"Kita punya teman-teman alumni dari berbagai profesi dan bidang yang sangat luar biasa. Ada yang memiliki pengalaman di pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, sosial, maupun bidang lainnya. Saya melihat ini sebagai potensi besar. Kalau kita bisa saling membuka pintu, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk masyarakat," katanya.
Di luar aktivitasnya sebagai alumni Lemhannas RI, Angga aktif memimpin organisasi kepemudaan dan dunia usaha. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Putra Putri Hakka Indonesia (PPHI), organisasi yang mewadahi generasi muda Hakka di berbagai wilayah Indonesia. Ia juga menjadi Ketua Guanglian Chamber of Commerce (GLCC) Indonesia, organisasi yang mempertemukan pelaku usaha dan menjembatani kerja sama ekonomi Indonesia-Tiongkok.
Melalui kedua organisasi tersebut, Angga berupaya menghubungkan potensi generasi muda, masyarakat, dan pelaku usaha agar dapat mendukung pembangunan nasional. Pendidikan di Lemhannas RI, menurutnya, semakin memperkuat pandangan mengenai pentingnya menjadikan kepentingan bangsa sebagai orientasi setiap organisasi, terlepas dari latar belakangnya.
"Selama ini saya banyak berkegiatan di organisasi kepemudaan, sosial, dan dunia usaha. Setelah mengikuti pendidikan di Lemhannas, saya semakin memahami bahwa apa yang kita bangun dalam organisasi harus memiliki tujuan yang lebih luas. Tidak cukup hanya memberikan manfaat kepada anggota, tetapi juga harus memberi kontribusi bagi Indonesia," jelasnya.
Dalam PPHI, Angga ingin memperkuat kesadaran mengenai pentingnya menjaga budaya sekaligus merawat identitas kebangsaan. Ia memandang keberagaman suku dan budaya Indonesia sebagai kekuatan yang perlu dijaga melalui persatuan dan kepentingan bersama.
"Kita boleh berasal dari suku dan latar belakang yang berbeda. Kita juga boleh memiliki budaya dan tradisi masing-masing. Tetapi kita harus ingat bahwa kita memiliki satu rumah yang sama, yaitu Indonesia. Keberagaman inilah yang justru harus menjadi kekuatan kita untuk maju bersama," ujarnya.
Di bidang ekonomi, Angga menyoroti pentingnya memastikan kerja sama internasional dan investasi asing memberikan nilai tambah bagi Indonesia. Melalui GLCC Indonesia, ia mendorong kolaborasi pengusaha Indonesia dan Tiongkok dalam investasi, perdagangan, pengembangan industri, serta transfer teknologi.
Ia juga menekankan perlunya pelibatan pengusaha lokal dan penciptaan lapangan kerja agar manfaat investasi dapat dirasakan masyarakat.
"Kita tentu menyambut baik investasi dan kerja sama dari luar negeri. Tetapi kita juga harus memastikan pengusaha Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Kita ingin ada transfer teknologi, peningkatan kemampuan tenaga kerja, dan manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat. Jadi bukan sekadar investasi masuk, tetapi bagaimana investasi itu ikut membangun kekuatan ekonomi nasional," tegasnya.
Dalam kepengurusan Alumni P2NK 75 Lemhannas RI, Angga berharap Empat Konsensus Dasar Bangsa menjadi pedoman dalam menjalankan program dan membangun hubungan antaranggota. Keempat konsensus tersebut meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut semakin relevan di tengah tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, persaingan ekonomi, dan hubungan antarbangsa yang kian luas. Angga berharap organisasi alumni dapat menjadi teladan dalam membangun kepemimpinan yang menjunjung persatuan, integritas, tanggung jawab, dan semangat gotong royong.
"Empat Konsensus Dasar Bangsa harus menjadi pegangan kita, bukan hanya saat mengikuti pendidikan di Lemhannas. Nilai-nilai tersebut harus terlihat dari bagaimana kita memimpin organisasi, menjalankan usaha, mengambil keputusan, menghargai perbedaan, dan memperlakukan sesama," jelas Angga.
Ia juga berharap kepengurusan yang baru dilantik mampu memperkuat komunikasi, menjaga persaudaraan, dan mengembangkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Saya berharap teman-teman pengurus yang telah dilantik bisa membawa semangat kebangsaan ini ke lingkungan masing-masing. Karena kita memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu menjaga persatuan dan ikut memajukan Indonesia melalui bidang yang kita tekuni," katanya.
Bagi Angga, jaringan organisasi yang luas bukanlah tujuan akhir. Jejaring tersebut perlu dimanfaatkan untuk membuka kesempatan, membantu menyelesaikan persoalan, dan menciptakan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Ia ingin semangat saling mendukung dan membuka peluang bersama menjadi salah satu kekuatan kepengurusan Alumni P2NK 75 Lemhannas RI.
"Kalau kita punya hubungan baik, punya kemampuan, dan punya kesempatan untuk membantu sesuatu menjadi lebih baik, kenapa tidak kita lakukan? Saya percaya setiap orang punya kelebihan masing-masing. Tugas kita adalah bagaimana menyatukan kelebihan tersebut agar menghasilkan sesuatu yang lebih besar dan bermanfaat," tuturnya.
Angga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum Alumni P2NK 75 Lemhannas RI. Ia berharap kebersamaan yang terjalin selama pendidikan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan menjadi kerja sama yang produktif.
"Saya merasa sangat senang dan bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga besar Lemhannas RI. Banyak orang hebat di sini dan saya masih harus banyak belajar. Semoga dengan amanah ini, kita bisa saling mendukung, memperluas kolaborasi, dan bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa."
Ia menegaskan, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh orang-orang yang tergabung di dalamnya, tetapi juga oleh karya bersama dan manfaat yang dihasilkan untuk masyarakat.
"Bagi saya, nilai sebuah organisasi bukan hanya dilihat dari siapa saja yang ada di dalamnya, tetapi dari apa yang bisa kita kerjakan bersama dan seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat. Karena pada akhirnya, seluruh kemampuan, kesempatan, dan jaringan yang kita miliki seharusnya juga bisa kita gunakan untuk membangun Indonesia," tutup Angga.










