TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) periode 2024-2026, Pratikno, menitipkan prinsip no one left behind kepada Menko PMK yang baru, Sugiono. Prinsip tersebut dinilai penting dalam menjalankan pembangunan manusia di Indonesia.
Pratikno mengatakan, Kemenko PMK memiliki mandat untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan mampu bersaing secara global atau globally competitive. Namun, pembangunan manusia juga harus memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal.
"Memang kita mendapatkan mandat bagaimana kita menyiapkan SDM yang hebat, yang globally competitive. Tapi saya selalu mengatakan kita juga mengurusi, jangan sampai ada anak Indonesia, orang Indonesia yang tertinggal. Jadi no one left behind," ujar Pratikno dalam sambutannya saat serah terima jabatan Menko PMK di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurut Pratikno, prinsip tersebut menjadi bagian penting dari tugas Kemenko PMK yang berkaitan erat dengan berbagai persoalan kemanusiaan. Kementerian/lembaga di bawah koordinasi Kemenko PMK menangani sejumlah bidang, mulai dari keluarga, anak dan perempuan, kesehatan, pendidikan, pembangunan karakter dan keagamaan, hingga kebencanaan.
Saat ini, Kemenko PMK mengoordinasikan sembilan kementerian dan delapan lembaga, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Waduh banyak ini Pak. Jadi Bapak enjoy Pak disini Pak. Enjoy itu karena apa? Karena setiap hari kita berurusan dengan kemanusiaan," ucapnya.
Lebih lanjut, Pratikno juga menyambut hadirnya Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian baru yang berada dalam koordinasi Kemenko PMK.
"Yang baru sekali adalah Kementerian Kebudayaan. Jadi kita bersyukur karena isu kebudayaan luar biasa dan sekarang sudah ada kementerian khusus," jelasnya.










