TVRINews, Jakarta
Presiden Joko Widodo memberikan tanggapan atas laporan Bank Dunia yang menyebutkan bahwa harga beras di Indonesia merupakan yang tertinggi di antara negara-negara ASEAN, meskipun pendapatan petani tetap rendah.
Dalam pandangannya, penetapan harga beras di tingkat konsumen harus dihitung dengan cermat, memperhatikan berbagai faktor, terutama biaya pengangkutan yang cukup tinggi.
Menurut Presiden, ada beberapa elemen yang mempengaruhi harga beras di Indonesia. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan biaya distribusi beras yang dibayar oleh importir, terutama dalam skema free on board.
"Sebagai importir, Indonesia harus menanggung biaya distribusi dari pelabuhan ke gudang untuk para pembeli. Biaya ini cukup signifikan, mencapai sekitar 40 dolar Amerika atau setara dengan 606 ribu rupiah per ton, yang tentu berkontribusi pada tingginya harga beras di pasaran," jelasnya.
Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo meminta agar analisis harga beras dilakukan di tingkat konsumen, bukan hanya di tingkat produsen. Ia berpendapat bahwa dengan memahami perbandingan harga di lapangan, distorsi harga dapat diminimalkan dan transparansi harga dapat ditingkatkan.
"Kita perlu melakukan perbandingan harga yang lebih komprehensif agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang akurat," tegasnya.
Sebelumnya, Bank Dunia memperkirakan bahwa masyarakat Indonesia membeli beras dengan harga sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan dengan harga beras di pasar global.
Meskipun harga beras Indonesia lebih mahal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, laporan tersebut juga menunjukkan bahwa pendapatan petani di Indonesia jauh lebih rendah, menyoroti ketidakadilan dalam rantai distribusi ini.
Dengan perhatian yang serius terhadap isu ini, Presiden Joko Widodo berharap agar pemerintah dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk menyeimbangkan harga beras dan meningkatkan kesejahteraan petani.
"Kita harus berupaya agar petani kita mendapatkan keuntungan yang lebih baik, sementara konsumen juga dapat memperoleh beras dengan harga yang wajar," tutupnya.










