TVRINews, Balikpapan
Harapan baru akhirnya menghampiri warga belajar dan para pendidik di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balikpapan Tengah. Setelah puluhan tahun menjalankan aktivitas di bangunan tua yang berdiri sejak era 1960-an, lembaga pendidikan nonformal ini resmi memperoleh bantuan revitalisasi total dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun 2026.
Selama ini, berbagai perbaikan memang pernah dilakukan pada gedung tersebut. Namun, renovasi yang ada sebelumnya hanya bersifat tambal sulam dan belum mampu mengatasi persoalan mendasar pada struktur bangunan yang terus menua dan rapuh dimakan usia.
Melalui anggaran senilai Rp1,163 miliar, bangunan lama yang fondasinya telah rapuh tersebut kini akan dibangun kembali menjadi ruang belajar yang lebih aman, layak, dan nyaman. Nilai bantuan ini sekaligus menjadikan SKB Balikpapan Tengah sebagai penerima dana revitalisasi terbesar di Kota Balikpapan pada tahun 2026, yang menandai komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat layanan pendidikan nonformal bagi masyarakat.
Komitmen nyata ini diwujudkan melalui program revitalisasi satuan pendidikan, di mana pada tahun 2026 program tersebut menjangkau dua SKB di wilayah Kalimantan Timur.
Tanda dimulainya perombakan total bangunan ini diawali dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti pada Jumat (5/6).
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen menegaskan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang tidak mengikuti jalur formal maupun yang ingin melanjutkan pembelajaran sepanjang hayat.
“Belajar tidak semuanya di sekolah formal namun di pendidikan nonformal dan informal, dan ini contoh SKB sangat bagus dan sangat diminati. Kemudian alumninya banyak yang sukses setelah menyelesaikan kesetaraan Paket C. Bagian dari upaya kami mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dan available membuat pendidikan yang tersedia dari berbagai model, accessible yang mudah diakses semua orang dan affordable yang pembiayaannya terjangkau sehingga dapat mewujudkan pendidikan yang berkualitas,” ujar Menteri Mu'ti dalam keterangannya dikutip, Sabtu 6 Juni 2026.
Sementara itu, Kepala SKB Balikpapan Tengah, Yana Leony, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian pemerintah. Menurutnya, renovasi total ini menjawab ketakutan yang selama ini membayangi aktivitas belajar mengajar akibat kondisi fisik bangunan yang mengkhawatirkan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah Indonesia terhadap pendidikan nonformal. Sebelumnya, kondisi bangunan kami belum dapat mendukung kegiatan pembelajaran secara maksimal. Karena itu, bantuan revitalisasi ini sangat berarti bagi kami untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran,” ujar Yana Leony.
Proyek renovasi besar-besaran ini nantinya mencakup pembangunan tiga ruang kelas baru. Tidak hanya fisik bangunan, bantuan juga dilengkapi dengan sarana pendukung berupa tiga set meja dan kursi guru serta 90 set meja dan kursi peserta didik guna mendongkrak kapasitas layanan.
Saat ini, SKB Balikpapan Tengah aktif menyelenggarakan berbagai program, mulai dari PAUD, pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, hingga pelatihan vokasi nonformal yang menjadi ruang belajar alternatif bagi masyarakat setempat.
Secara keseluruhan, pada tahun 2025 lalu sebanyak 102 satuan pendidikan di Kalimantan Timur telah menerima program serupa. Memasuki tahun 2026, pemerintah kembali mengalokasikan bantuan kepada 21 satuan pendidikan, termasuk dua SKB sebagai bagian dari penguatan pendidikan nonformal.
Melalui langkah revitalisasi yang berkelanjutan ini, pemerintah berharap gedung yang dulunya rapuh kini dapat menjelma menjadi tempat yang aman dan nyaman dalam menjembatani masyarakat memperoleh kesempatan belajar yang lebih luas.










