TVRINews – Jakarta
Menteri LH Hanif Faisol desak Pemprov DKI percepat operasional RDF Rorotan yang seharusnya aktif sejak akhir 2024, demi selamatkan Jakarta dari darurat sampah.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengkritik belum beroperasinya fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan yang dijanjikan akan aktif sejak Desember 2024. Padahal, RDF ini dirancang untuk menangani 2.500 ton sampah Jakarta per hari jumlah signifikan yang saat ini masih menumpuk dan memperparah krisis sampah di ibu kota.
"Harapan saya sesuai yang dijanjikan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta, RDF Rorotan akan membantu mengurangi sampah sejak akhir tahun lalu. Tapi sampai hari ini belum juga beroperasi," ujar Hanif usai meninjau pengelolaan sampah di Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara, Rabu (2/7).
Jakarta menghasilkan sekitar 8.000 ton sampah setiap hari. Tanpa RDF Rorotan, setidaknya 2.500 ton dari total itu tak tertangani secara maksimal. Situasi ini memperparah beban TPST Bantargebang, yang kini dalam kondisi kelebihan kapasitas, namun belum bisa ditutup lantaran belum ada fasilitas alternatif yang siap digunakan.

Penundaan pengoperasian RDF Rorotan disebut-sebut disebabkan oleh keluhan bau menyengat saat uji coba, yang memicu protes warga sekitar. Pemprov DKI pun merencanakan operasional ulang RDF pada September 2025, namun Hanif menegaskan, langkah itu seharusnya tak menunggu lebih lama lagi.
"Saya akan terus turun ke lapangan, terutama di Jakarta Utara, karena saya pikir masalah sampah bisa ditangani lebih cepat jika RDF Rorotan mulai berjalan," tegasnya.
RDF Rorotan diproyeksikan menampung sampah dari kawasan padat seperti Jakarta Utara, sebagian Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur, termasuk limbah dari pasar, hotel, restoran, dan kafe yang menghasilkan banyak sampah organik maupun anorganik. Di Jakarta Utara saja, sekitar 1.100 ton sampah dihasilkan setiap hari, dan 51 persennya adalah sampah anorganik.
Kepala Suku Dinas LH Jakarta Utara, Edy Mulyanto, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat dalam rangka menyukseskan peta jalan pengelolaan sampah. Jakarta Utara saat ini menjadi daerah percontohan nasional dalam pengolahan limbah berbasis wilayah.
“Kami minta semua pihak terlibat agar pengurangan sampah berjalan optimal. Begitu RDF Rorotan beroperasi, sampah dari enam kecamatan di wilayah ini akan langsung dikirim ke sana,” kata Edy.
Baca Juga: Mendikdasmen: 59 Ribu Sekolah Siap Terapkan Deep Learning, Sisanya Menyusul Bertahap










