TVRINews, Surabaya
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya memperkuat pelayanan keimigrasian bagi jemaah haji melalui penerapan layanan Makkah Route di Embarkasi Surabaya. Di tengah optimalisasi pelayanan tersebut, Imigrasi Surabaya menggagalkan 18 keberangkatan calon jemaah haji nonprosedural atau ilegal selama periode 1 hingga 8 Mei 2026.
Layanan Makkah Route merupakan program hasil sinergi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi yang memungkinkan proses pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi dilakukan langsung di Embarkasi Surabaya sebelum jemaah berangkat ke Tanah Suci.
Dengan layanan tersebut, jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan imigrasi setibanya di Arab Saudi sehingga proses kedatangan menjadi lebih cepat dan efisien.
Hingga Minggu 17 Mei 2026, pelaksanaan pemberangkatan Calon Jemaah Haji Indonesia (CJHI) melalui Bandara Internasional Juanda berjalan aman, tertib, dan lancar.
Sejak pemberangkatan Kloter 1 pada 22 April 2026 hingga Kloter 99 pada 17 Mei 2026, sebanyak 37.179 calon jemaah haji telah diberangkatkan menuju Arab Saudi melalui Embarkasi Surabaya.
Seluruh proses pemeriksaan dokumen perjalanan, penerapan cap tanda keluar, hingga clearance keberangkatan berjalan lancar berkat dukungan layanan Makkah Route dan koordinasi lintas instansi terkait.

Di sisi pengawasan, petugas Imigrasi Surabaya berhasil menggagalkan keberangkatan 18 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga akan melaksanakan ibadah haji secara nonprosedural.
Dari total tersebut, terdiri dari delapan laki-laki dan 10 perempuan yang berasal dari berbagai daerah, seperti Bangkalan, Sampang, Banjarmasin, Kuala Kapuas, Semarang, Gunungkidul, hingga Bone.
Para calon jemaah nonprosedural itu menggunakan berbagai modus untuk mengelabui petugas, mulai dari berpura-pura melakukan perjalanan wisata ke Malaysia hingga mengaku kembali bekerja di Arab Saudi menggunakan iqomah dan visa kerja.
Bahkan, beberapa di antaranya mengaku telah membayar biaya antara Rp200 juta hingga Rp290 juta kepada pihak tertentu untuk pengurusan tiket, hotel, visa, tasreh, dan nusuk.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, menegaskan bahwa penguatan layanan Makkah Route dan pengawasan terhadap keberangkatan nonprosedural menjadi bagian dari komitmen Imigrasi dalam menghadirkan pelayanan terbaik sekaligus menjaga ketertiban penyelenggaraan ibadah haji.
"Penerapan Makkah Route merupakan bentuk pelayanan keimigrasian yang berorientasi pada kemudahan dan kenyamanan jemaah. Kami memastikan seluruh proses berjalan cepat, tepat, dan akurat dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kehati-hatian," ujar Agus Winarto dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Senin, 18 Mei 2026.
Dalam pelaksanaannya, Imigrasi Surabaya menjalin koordinasi intensif dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Kementerian Agama RI, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, otoritas bandara, serta instansi terkait lainnya guna menjaga kelancaran operasional embarkasi dan pengawasan keberangkatan jemaah.
Imigrasi Surabaya juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran keberangkatan haji nonprosedural yang menjanjikan kemudahan tanpa jalur resmi karena berpotensi menimbulkan kerugian finansial maupun persoalan hukum di negara tujuan.










