TVRINews – Jakarta
Pemerintah Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi untuk Pemerataan Mutu Pendidikan di Daerah
Upaya memperluas akses pengajaran berkualitas tinggi di berbagai wilayah Indonesia memasuki babak baru. Pemerintah secara resmi menggulirkan program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027. Kebijakan strategis ini dirancang untuk menjawab ketimpangan fasilitas akademis yang selama ini masih terkonsentrasi di sebagian kecil wilayah perkotaan.
Berdasarkan data Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, tantangan sektor pengajaran nasional masih cukup signifikan. Tercatat hanya sekitar 4 persen kecamatan di seluruh negeri yang memiliki institusi tingkat menengah pertama dan atas dengan standar kualitas unggul.
Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa percepatan transformasi mutu tidak bisa lagi hanya mengandalkan pembangunan fisik konvensional. Pendekatan yang menyeluruh pada ekosistem belajar di daerah menjadi kunci utama.

Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari (Foto: Bakom RI)
"Pemerataan mutu pendidikan harus dipercepat, bukan hanya dengan membangun sekolah, tetapi juga dengan memperkuat ekosistem pembelajaran di daerah," ujar Qodari melalui keterangan resminya dikutip Selasa 28 Juli 2026.
Program yang dikoordinasikan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini menggabungkan jenjang Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas dalam satu ekosistem akademik yang berkelanjutan. Peserta didik nantinya akan mengikuti kurikulum nasional dengan menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam berbasis STEAMS, yang mencakup sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika, serta olahraga.
Selain aspek akademis, kurikulum tersebut memberikan ruang luas bagi pembentukan karakter serta eksplorasi bakat siswa. Pemerintah menegaskan bahwa institusi ini diselenggarakan tanpa memungut biaya dan tanpa sistem asrama, sehingga keluarga memiliki alternatif fasilitas belajar bermutu yang mudah dijangkau dari tempat tinggal.
Kehadiran SNT juga diproyeksikan berfungsi ganda sebagai pusat pengembangan kapasitas regional. Institusi ini dirancang untuk mentransfer praktik pembelajaran terbaik, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik lokal, serta membuka kemitraan aktif dengan sekolah-sekolah di sekitarnya.
"SNT bukan hanya menghadirkan layanan pendidikan bermutu yang lebih dekat, tetapi juga menjadi katalisator agar mutu pendidikan di berbagai wilayah dapat tumbuh, berkembang, dan maju bersama," tambah Qodari.
Inisiatif ini melengkapi sejumlah program strategis pemerintah lainnya, seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda. Meskipun memiliki pendekatan serta sasaran spesifik yang berbeda, ketiganya diarahkan pada satu tujuan akhir: menjamin setiap anak bangsa mendapatkan hak pengembangan potensi secara optimal.
Pada fase perdana, layanan SNT dibuka di 17 kabupaten dan kota yang tersebar di 13 provinsi. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, serta Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Proses seleksi penerimaan murid baru ditujukan bagi calon peserta didik kelas VII tingkat menengah pertama dan kelas X tingkat menengah atas. Selama fasilitas permanen masih dalam tahap pembangunan, kegiatan belajar mengajar gelombang pertama akan memanfaatkan aset infrastruktur yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat dan daerah.
Pendaftaran dilakukan secara terpadu melalui portal daring resmi. Pemerintah daerah melalui dinas pendidikan setempat turut diinstruksikan untuk memberikan pendampingan intensif kepada masyarakat guna memastikan kelancaran proses seleksi administrasi serta tes skolastik bagi para calon peserta didik.









