TVRINews, Jakarta
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengapresiasi capaian kinerja keuangan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) pada kuartal I 2026. Menurutnya, kinerja positif tersebut menunjukkan transformasi BUMN sektor jasa keuangan yang dijalankan Danantara mulai memberikan hasil nyata.
Sepanjang kuartal I 2026, lima bank anggota Himbara membukukan laba bersih secara kumulatif sebesar Rp39,92 triliun. Nilai tersebut diperkirakan akan semakin besar jika ditambah dengan kinerja Pegadaian dan PNM sebagai bagian dari ekosistem Ultra Mikro (UMi).
Pegadaian mencatat laba bersih sebesar Rp4,38 triliun, naik 87,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,34 triliun. Sementara itu, PNM telah melayani 23,1 juta nasabah di seluruh Indonesia melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Misbakhun menilai, pertumbuhan laba, penyaluran kredit, penghimpunan dana masyarakat, hingga perluasan layanan pemberdayaan menjadi bukti bahwa transformasi BUMN Himbara dan UMi berada di jalur yang tepat.
“Kinerja positif Himbara, Pegadaian, dan PNM pada kuartal pertama 2026 menunjukkan transformasi BUMN Himbara dan UMi yang dijalankan Danantara berada pada jalur yang tepat. Yang kita lihat bukan sekadar peningkatan laba, tetapi juga penguatan efisiensi, kualitas pertumbuhan, dan perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ini adalah indikator penting bahwa transformasi yang dilakukan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,”ujar Misbakhun dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 21 Juli 2026.
Secara rinci, Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp15,4 triliun dengan pertumbuhan kredit 17,4 persen secara tahunan. BRI mencatat laba bersih Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen (year-on-year/yoy), didukung penyaluran kredit sebesar Rp1.562 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp1.555 triliun.
Sementara itu, BNI meraih laba Rp5,66 triliun dengan pertumbuhan kredit 20,1 persen menjadi Rp919,3 triliun. Hingga akhir Mei 2026, total aset BNI mencapai Rp1.365,36 triliun dengan DPK Rp1.063,92 triliun. Transformasi digital juga mendorong jumlah pengguna aplikasi Wondr by BNI melampaui 12 juta nasabah serta pertumbuhan transaksi BNIdirect lebih dari 25 persen secara tahunan.
Di sisi lain, BSI membukukan laba Rp2,2 triliun, meningkat 17,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan dana murah, kinerja bisnis emas, serta penguatan layanan digital.
Adapun BTN mencatat laba bersih Rp1,16 triliun dengan pertumbuhan tertinggi di antara anggota Himbara, yakni mencapai 55,84 persen, seiring penguatan fungsi intermediasi pada sektor perumahan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan kapitalisasi pasar Himbara kini mencapai sekitar Rp1.100 triliun atau sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar modal Indonesia. Menurutnya, peran bank-bank BUMN tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Perbankan tidak semata-mata mengejar laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya oleh masyarakat, mulai dari UMKM, komersial, hingga korporasi,"ungkap Rosan.
Selain mencatat pertumbuhan laba, Pegadaian juga membukukan total aset sebesar Rp183,8 triliun, meningkat 56 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp117,8 triliun.
Misbakhun menilai capaian tersebut menunjukkan BUMN mampu menjaga profitabilitas sekaligus menjalankan fungsi strategis sebagai penggerak perekonomian nasional. Menurutnya, pertumbuhan kredit yang konsisten, peningkatan dana pihak ketiga, serta penguatan dana murah menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan dan mendukung agenda pembangunan nasional.
Senada dengan itu, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa perbankan BUMN memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional.
"Perbankan BUMN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dukungan pembiayaan harus terus diarahkan kepada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,"kata Dony.
Misbakhun menambahkan, kehadiran Danantara sebagai pengelola investasi dan transformasi BUMN telah memperkuat sinergi antarentitas Himbara dan Ultra Mikro sehingga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan aset negara sekaligus memastikan setiap BUMN menjalankan mandat pembangunan yang diberikan pemerintah.
“Kinerja ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan BUMN. Tujuan akhirnya bukan hanya mencetak keuntungan, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola BUMN mampu memberikan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara,”pungkasnya.










