TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menilai pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit tidak cukup hanya membekali peserta dengan kemampuan menangani persoalan medis.
Menurut Fauzan, dokter juga perlu memahami kondisi psikologis dan sosial pasien. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam peluncuran 25 program studi pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.
Fauzan mencontohkan pengalaman seorang dokter yang mampu melihat kondisi pasien secara menyeluruh dan memberikan nasihat sesuai kebutuhan pasien. Ia menilai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak semata-mata berkaitan dengan aspek medis.
“Saya kira ini adalah tidak semata-mata bicara tentang medis, tapi juga bicara tentang psikologi sosial seorang pasien,” ujar Fauzan dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Fauzan berharap keberadaan program pendidikan spesialis berbasis rumah sakit dapat menghasilkan dokter yang mampu menyelesaikan persoalan kesehatan dengan pendekatan medis maupun nonmedis.
Atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan juga menyampaikan apresiasi atas peluncuran 25 program studi tersebut. Menurutnya, masih diperlukan langkah lanjutan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis yang menjadi perhatian pemerintah.
“Yang kedua tentu atas nama Bapak dan Ibu sekalian mengucapkan selamat atas peluncuran 25 program studi ini dan tentu masih banyak yang perlu direalisasikan dalam rangka untuk memenuhi, mengakselerasi kekurangan-kekurangan tenaga medis yang telah disampaikan oleh Bapak yang telah menjadi atensi Bapak Presiden kita,” lanjutnya.
Fauzan juga menekankan pentingnya kolaborasi antarkementerian dalam menjalankan program tersebut. Ia berharap persoalan yang telah diselesaikan tidak kembali diulang dari awal ketika mengembangkan program studi berikutnya.
“Sejelek-jeleknya pendidikan itu adalah orang yang mempunyai pendidikan tidak belajar dari pengalaman,” pungkasnya.
Ia mengajak seluruh pihak melanjutkan kerja sama dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.










