TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Marsekal TNI Yusuf Jauhari mendorong industri pertahanan dalam negeri untuk berkontribusi memperkuat kemampuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.
Menurut Yusuf, pengembangan industri pertahanan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kekuatan militer, tetapi juga mencakup transfer teknologi dan pemanfaatan teknologi pertahanan untuk kepentingan di luar sektor militer.
“Kita mendorong seluruh industri pertahanan untuk berkontribusi dalam memperkuat TNI kita. Dan itu harapannya tidak hanya kekuatan TNI, tapi bagaimana juga ekonomi bergerak,”ujar Yusuf dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 15 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, teknologi yang dikembangkan untuk kepentingan pertahanan dapat dimanfaatkan melalui kolaborasi dengan kementerian lain, termasuk untuk mendukung kebutuhan pemadam kebakaran dan sektor lainnya.
Dengan demikian, pengembangan teknologi pertahanan diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan mendukung kepentingan nasional.
Terkait kemandirian logistik alat utama sistem persenjataan (alutsista), Yusuf menyebut diversifikasi sebagai salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu negara pemasok.
Menurutnya, diversifikasi sumber pengadaan memang menambah kompleksitas pengelolaan logistik. Namun, langkah tersebut diperlukan agar kebutuhan pertahanan dapat ditopang oleh berbagai sumber sekaligus meningkatkan peran industri pertahanan dalam negeri.
“Diversifikasi saya kira menjadi suatu opsi buat kita sekarang ini. Karena dengan begitu kita juga berusaha mandiri dan tidak tergantung dengan satu negara,”lanjutnya.
Yusuf menambahkan, industri pertahanan dalam negeri perlu berpartisipasi dalam menopang keberlanjutan kekuatan pertahanan nasional agar manfaatnya tidak terbatas pada kepentingan militer.
Sementara itu, terkait teknologi yang perlu dikembangkan, ia menyoroti pemanfaatan pesawat nirawak (drone) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Menurutnya, kedua teknologi tersebut penting untuk mendukung sistem pertahanan yang lebih efektif dan memungkinkan Indonesia mempertahankan kedaulatan dalam jangka panjang.
“Saya kira sekarang di era drones, AI, kemudian perang dengan cara lebih murah, supaya kita lebih kuat, lebih panjang. Proses mempertahankan diri dan mempertahankan kedaulatan. Saya kira itu menjadi penting saat ini,”tuturnya.










