TVRINews, Jawa Barat
Momentum Bulan Pendidikan 2026 menjadi pengingat pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendorong kreativitas peserta didik. Komitmen tersebut tercermin dalam kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, ke SMA Pasundan 3 Bandung, Bandung, Senin, 4 Mei 2026, guna meninjau hasil revitalisasi serta penerapan digitalisasi pembelajaran di sekolah tersebut.
Dalam kunjungan itu, Wamendikdasmen meninjau langsung sejumlah fasilitas yang telah direhabilitasi, seperti enam ruang kelas, satu perpustakaan, ruang guru, dan toilet siswa. Ia juga melihat pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) yang kini digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Atip menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menghadirkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta. Menurutnya, sekolah swasta memiliki peran penting dalam memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Ia menambahkan, revitalisasi infrastruktur sekolah harus diiringi dengan perubahan dalam proses pembelajaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan. Penggunaan teknologi seperti PID dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan mendorong partisipasi aktif siswa di kelas.
“Transformasi fisik perlu berjalan beriringan dengan transformasi cara belajar. Digitalisasi pembelajaran menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kolaboratif dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini,”ujar Atip dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Mei 2026.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Pasundan 3 Bandung, Eki Sayogiya, mengungkapkan bahwa sekolahnya menerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 sebesar Rp1,2 miliar. Bantuan tersebut dinilai membawa perubahan signifikan terhadap kondisi fasilitas sekolah.
Ia menjelaskan, sebelum dilakukan perbaikan, sejumlah fasilitas sekolah berada dalam kondisi kurang layak. Namun, setelah revitalisasi, kenyamanan belajar meningkat dan fasilitas menjadi jauh lebih memadai.
Selain perbaikan fisik, sekolah juga mendapatkan fasilitas PID yang kini dimanfaatkan dalam pembelajaran. Eki menyebut, teknologi tersebut membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih interaktif, sekaligus meningkatkan antusiasme siswa.
Apresiasi juga datang dari salah satu siswa, Rahmania Khairunisa. Ia mengaku perubahan fasilitas sekolah membuat suasana belajar menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
Menurut Rahmania, sebelum revitalisasi, kondisi ruang kelas cenderung gelap dan kurang terawat, serta fasilitas belajar terbatas. Kini, dengan adanya perbaikan dan dukungan teknologi, semangat belajar siswa meningkat.
Dengan adanya revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran ini, diharapkan kualitas pendidikan semakin merata dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.










