Penulis, Nisa Alfiani/Alya
TVRINews, Jakarta
Suasana penuh hormat dan nasionalisme menyelimuti Balai Sarbini, Jakarta, pada Rabu pagi saat digelarnya peringatan Hari Veteran Nasional 2025. Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, dihadiri oleh para veteran dari berbagai daerah, pejabat tinggi negara, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Ketua Umum DPP Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) H.B.L Mantiri, membuka acara dengan sambutan yang menyentuh hati. Dalam pidatonya, beliau mengingatkan pentingnya menghargai jasa para pejuang yang telah mempertaruhkan nyawa demi tegaknya kemerdekaan bangsa.
"Kita tidak boleh melupakan sejarah. Para veteran adalah saksi hidup dari perjuangan panjang bangsa ini. Mereka bukan hanya pejuang di masa lalu, tapi juga inspirasi abadi bagi masa depan Indonesia," ujar Ketua Umum DPP LVRI H.B.L Mantiri, di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu, 13 Agustus 2025.
Peringatan ini merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2014, yang menetapkan tanggal 10 Agustus sebagai Hari Veteran Nasional. Tanggal tersebut dipilih sebagai simbol penghormatan atas momen penting dalam sejarah perjuangan, seperti Serangan Umum Surakarta dan gencatan senjata tahun 1949, yang menandai fase krusial dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Rangkaian acara tak hanya sarat nilai sejarah, tetapi juga menghadirkan hiburan yang menggugah semangat. Penampilan band lokal, tarian tradisional dari berbagai daerah, serta pembacaan puisi bertema perjuangan berhasil membangkitkan suasana haru dan kebanggaan.
“Penampilan seni hari ini adalah bentuk cinta generasi muda kepada para pendahulu. Kami ingin menunjukkan bahwa semangat juang itu tidak akan pernah padam,” Ketua Umum DPP LVRI H.B.L Mantiri.
Peringatan ini menjadi pengingat bersama bahwa semangat juang para veteran harus terus diwariskan dan ditanamkan dalam jiwa setiap generasi penerus bangsa. Melalui acara ini, Indonesia diajak untuk tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menyongsong masa depan dengan semangat patriotisme yang tak pernah luntur.










