TVRINews, Trenggalek
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menggagas program Green Community Championship (GCC) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dan menjaga kelestarian lingkungan. Program ini menyasar masyarakat hingga tingkat rumah tangga dengan melibatkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan dan penguatan pengurus TP PKK bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di Lumber Camp, Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, Trenggalek.
Novita mengatakan, GCC tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga. Salah satu fokusnya adalah membiasakan masyarakat memilah sampah sebelum dibuang agar pengelolaannya lebih mudah dan memberikan manfaat.

"Hari ini kami melakukan penguatan seluruh Tim Penggerak PKK. Baik kabupaten, kecamatan hingga desa, juga dengan seluruh komponen kecamatan (Forkopimcam) seperti Pak Camat dan Pak Kades mengikuti pembinaan Green Community Championship (GCC),"ujar Novita dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 29 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, kebiasaan memilah sampah perlu dibangun agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi risiko penumpukan sampah yang sulit terurai.
"Green Community Championship ini kami adakan bukan hanya untuk sebagai euforia semata, tapi tujuan kami menyasar ke akar rumput. Agar setiap rumah tangga itu punya kesadaran bahwa kebersihan dan pemilahan sampah ini sama dengan menyelamatkan anak cucu kita di masa depan,"jelasnya.
Menurut Novita, sampah rumah tangga dapat dipilah berdasarkan jenisnya, antara lain sampah basah dan sampah kering. Pemilahan juga dapat dilakukan dengan memisahkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis dari sampah residu yang tidak lagi bernilai ekonomis.
Kebiasaan mencampur seluruh jenis sampah dapat menyulitkan petugas dalam proses pengelolaan di tempat penampungan sementara maupun tempat pemrosesan akhir. Sebaliknya, pemilahan sejak dari rumah dapat mempermudah proses pengolahan sekaligus mengurangi penumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan.
Novita menambahkan, GCC juga diharapkan mendukung upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan visi dan misi Net Zero Carbon. Selain menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang, program tersebut diharapkan membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi.
"Satu sisi sambil mendukung visi misi bapak bupati untuk Net Zero Carbon, satu sisi untuk mendukung dan menyelamatkan masyarakat itu sendiri. Dan tentunya harapan saya, sampah-sampah yang telah dipilah ini bisa menjadi sumber-sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Di situasi seperti ini kita harus kreatif bagaimana pentingnya ketahanan pangan dimulai dari anak-anak sedini mungkin," tandasnya.
Melalui GCC, keterlibatan TP PKK dan pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa diharapkan dapat memperluas edukasi pengelolaan sampah di tengah masyarakat. Dengan demikian, kebiasaan memilah sampah dapat diterapkan mulai dari rumah tangga untuk mendukung kelestarian lingkungan dan menciptakan manfaat ekonomi bagi warga.










