TVRINews, Banten
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menjajaki sektor kebandarudaraan, sebagai salah satu peluang baru penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berketerampilan di luar negeri.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani mengatakan, kebutuhan tenaga kerja di berbagai bandara internasional, khususnya di negara-negara Timur Tengah, membuka peluang bagi PMI untuk mengisi sejumlah posisi.
Beberapa pekerjaan yang dapat dijajaki antara lain ground handling, cargo handling, warehouse, keamanan bandara, hingga airport cleaning. Hal itu disampaikan Christina saat mengunjungi Injourney Airport Learning Centre (IALC) di Tangerang, Banten, Rabu, 7 Oktober 2026.
"Kita melihat bandara-bandara besar di luar negeri, khususnya di negara-negara Timur Tengah, ternyata ada banyak pekerjaan yang bisa diisi oleh tenaga kerja dari berbagai negara. Ini menunjukkan adanya peluang yang bisa kita jajaki untuk pekerja migran Indonesia," ujar Christina dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 8 Oktober 2026.
Kemudian Christina menegaskan, peluang tersebut perlu diikuti dengan penyiapan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
KemenP2MI akan mendorong lembaga pelatihan dan industri, termasuk IALC, untuk merancang program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja di bandara internasional seperti Qatar, Kuwait, Bahrain, Jepang, dan negara lainnya.
Menurut Christina, KemenP2MI juga memiliki jaringan atase ketenagakerjaan di sejumlah negara yang dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja sekaligus menghubungkan peluang kerja di luar negeri dengan lembaga penyiapan PMI di Indonesia.
"Kita bertukar pikiran, bagaimana menyiapkan pekerja migran Indonesia agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan dan siap bekerja di airport-airport luar negeri," ungkapnya.
Ia menyebut, pengembangan peluang kerja tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pelindungan sekaligus mendorong PMI naik kelas melalui penempatan pada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan.
Upaya penyiapan SDM juga dilakukan melalui program SMK Go Global. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di pasar kerja internasional.
Intervensi pemerintah mencakup pelatihan kompetensi teknis, pelatihan bahasa, sertifikasi, maupun paket pelatihan yang menggabungkan ketiganya.
"Yang paling penting adalah pelatihannya menjawab kebutuhan pasar," jelasnya.
Ke depan, peluang kerja di sektor kebandarudaraan yang dijajaki bersama IALC diharapkan dapat menjadi salah satu model pengembangan penempatan PMI berbasis kebutuhan pasar global.
"Kami akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai lembaga pelatihan, kementerian/lembaga, dunia usaha, serta mitra di negara tujuan untuk memastikan kompetensi yang diberikan kepada calon pekerja migran sesuai standar dan kebutuhan pekerjaan di luar negeri, sekaligus memastikan proses penempatan berlangsung profesional, terukur, dan terlindungi," ucapnya.










