TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mendorong potensi keraton dan masyarakat adat di Indonesia untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif.
Hal itu disampaikan Riefky saat menerima audiensi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). Pertemuan tersebut membahas potensi kolaborasi pengembangan kegiatan budaya sekaligus rencana Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA).
Riefky mengatakan, keraton dan masyarakat adat merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia, yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui sektor ekonomi kreatif.
Menurutnya, upaya pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan inovasi. Dengan demikian, nilai-nilai tradisi dapat tetap hidup sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Kementerian Ekraf melihat keraton dan masyarakat adat sebagai bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan melalui ekosistem ekonomi kreatif. Pelestarian budaya perlu berjalan berdampingan dengan inovasi agar nilai-nilai tradisi tetap hidup, sekaligus dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kemudian, Riefky juga menilai FKMA dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat internasional, khususnya melalui jejaring masyarakat adat di kawasan ASEAN.
Ia berharap kolaborasi dengan FSKN dapat membuka ruang yang lebih luas bagi budaya Nusantara untuk dikenal, dikembangkan, dan diapresiasi.
Kementerian Ekraf selanjutnya akan melihat peluang sinergi FKMA dengan berbagai program pengembangan subsektor ekonomi kreatif yang relevan.
Kolaborasi tersebut dapat mencakup sejumlah subsektor, mulai dari seni pertunjukan, seni rupa, kriya, fesyen, arsitektur, desain, hingga kuliner.
Sementara itu, Ketua Umum FSKN sekaligus Raja Turikale VIII Maros, AA Mapparessa, mengatakan FKMA diharapkan menjadi momentum untuk membangun kolaborasi dan pengembangan masyarakat keraton di Nusantara.
FSKN sebelumnya juga telah menginisiasi program wisata Hindu Heritage di Jakarta Selatan yang diharapkan dapat menjadi model pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi keraton di berbagai daerah.
Melalui kolaborasi pemerintah dan FSKN, potensi budaya keraton dan masyarakat adat diharapkan tidak hanya terjaga sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.










