TVRINews, Jakarta
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara terkait kabar dugaan kebocoran data distributor BBM yang mencuat di media sosial dan forum dark web. Pemerintah menegaskan informasi yang beredar bukan merupakan data rahasia, melainkan data terbuka yang rutin dipublikasikan sebagai bagian dari transparansi sektor migas.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan analisis sementara menunjukkan bahwa data tersebut merupakan informasi publik.
“Data yang beredar adalah data distributor BBM yang memang dipublikasikan secara berkala di situs resmi migas. Jadi ini bukan data rahasia yang bocor,” tegas Anggia, dalam keterangan yang dikutip, Minggu, 10 Mei 2026.
Anggia menambahkan, meski demikian, setiap laporan dugaan kebocoran tetap menjadi perhatian serius pihaknya. Tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) telah melakukan patroli siber dan penelusuran terhadap potensi celah keamanan.
“Kami selalu responsif terhadap isu kebocoran data. Tim CSIRT terus melakukan pengawasan, termasuk melacak aktivitas anomali dan mengecek sistem terkait,” ujarnya.
Kementerian ESDM juga telah menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mendapatkan sampel data yang beredar di dark web dan melakukan validasi bersama.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BSSN untuk memastikan detail informasi tersebut. Hasil awal menunjukkan tidak ada data sensitif yang bocor,” jelas Anggia.
Isu ini mencuat setelah akun X @DayliDarkWeb mengunggah klaim adanya dokumen distributor BBM, data distribusi operasional, dan referensi entitas bisnis dari semester II tahun 2025. Namun unggahan itu turut menegaskan bahwa keaslian data belum terverifikasi dan sumbernya tidak jelas.
Akun tersebut menulis, “Belum ada konfirmasi resmi mengenai keaslian data. Tidak diketahui apakah berasal dari kompromi langsung atau sumber lain.”
Meski memastikan tidak ada data rahasia yang terungkap, Kementerian ESDM menegaskan tetap melakukan pemantauan ketat.
“Monitoring dan investigasi teknis tetap kami lakukan sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan informasi publik,” tutup Anggia.
Hingga kini, tidak ditemukan indikasi ancaman terhadap operasional distribusi BBM maupun data sensitif warga negara. Investigasi lanjutan masih dilakukan untuk memastikan keamanan sistem tetap terjaga.










