TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang bersih, transparan, dan berintegritas. Ia menekankan bahwa seluruh pemangku kepentingan harus memiliki komitmen yang sama untuk memastikan proses penerimaan peserta didik berjalan adil dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hal tersebut disampaikan Mu’ti dalam acara penandatanganan komitmen bersama SPMB Ramah 2026 yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga, serta instansi terkait bidang pendidikan.
Mu’ti menyampaikan bahwa dukungan lintas sektor menjadi dasar penting dalam memperkuat pelaksanaan SPMB agar lebih tertib dan bebas dari penyimpangan. Ia menilai, kolaborasi semua pihak merupakan kunci utama dalam menjaga integritas sistem penerimaan murid baru.
“Yang penting adalah mari kita laksanakan bersama-sama,” ujar Mu’ti dalam keterangan yang diterima tvrinews di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa SPMB bukan sekadar mekanisme administratif tahunan, melainkan instrumen penting untuk menjamin hak setiap anak dalam memperoleh akses pendidikan yang setara tanpa diskriminasi maupun intervensi yang tidak sesuai aturan.
Melalui komitmen bersama ini, pemerintah berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berlangsung lebih transparan, akuntabel, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan murid baru di Indonesia.










