TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono menekankan pentingnya menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan dan penghapusan kelaparan.
Hal tersebut disampaikan Sugiono dalam audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar di Ruang Kerja Menko PM, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Sugiono mengatakan, pendidikan harus mampu membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian ijazah, tetapi juga mempersiapkan lulusan agar memperoleh pekerjaan yang layak dan mandiri secara ekonomi.
"Pendidikan ini harus menyesuaikan dengan kebutuhan. Karena kalau misalnya pendidikan tidak disesuaikan dengan kebutuhan pasar atau kebutuhan lapangan kerja, yang terjadi orang sekolah hanya sekadar untuk menggenapi syarat dapat ijazah," ujar Sugiono dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 22 Oktober 2026.
Menurutnya, pendidikan harus menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan taraf hidup melalui pekerjaan yang layak.
"Kita kan maunya lebih dari itu, mereka bekerja, mereka bersekolah, mereka kuliah, untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan dalam rangka supaya mereka bisa berdaya," jelasnya.
Kemudian, Sugiono juga menekankan perlunya program khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah hingga pendidikan tinggi untuk menjembatani kompetensi peserta didik dengan kebutuhan dunia kerja.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan koordinasi lintas kementerian agar pengembangan pendidikan dan keterampilan dapat mendukung kesiapan tenaga kerja serta memperluas kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak.
Sugiono menilai, Kemenko PMK dan Kemenko PM memiliki peran strategis yang saling melengkapi dalam mendukung program prioritas Presiden, khususnya dalam pembangunan manusia dan pemberdayaan masyarakat.
"Memang sejatinya Kementerian Koordinator kita berdua ini kan dua Kemenko yang bergerak dalam satu tarikan nafas," ucapnya.
Melalui sinergi kedua kementerian koordinator, pemerintah mendorong peningkatan kualitas SDM, perluasan kesempatan kerja dan ekonomi, serta penguatan pemberdayaan masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kelaparan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.










