TVRINews - Jakarta
Pemerintah mendesak importir memaksimalkan realisasi pasokan ternak hingga akhir September guna menjaga stabilitas harga daging sapi nasional.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) mengambil langkah strategis untuk menjamin stabilitas pasokan daging sapi nasional di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan pasar.
Otoritas pertanian tersebut kini mengintensifkan koordinasi dengan para pelaku usaha importir untuk mempercepat realisasi pemasukan sapi bakalan sebelum kuartal ketiga tahun 2026 berakhir.
Berdasarkan data dari Sistem Nasional Neraca Komoditas (SINAS-NK) per 26 Juni 2026, yang menunjukkan bahwa realisasi impor sapi bakalan baru menyentuh angka 180.371 ekor, atau sekitar 25,8 persen dari total target tahunan sebanyak 700.000 ekor.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam menjaga keseimbangan pasokan daging di dalam negeri.
Menurutnya, meskipun produksi lokal tetap menjadi prioritas utama sebagai tulang punggung ketahanan pangan, manajemen pasokan yang terukur melalui impor tetap diperlukan untuk menstabilkan harga bagi konsumen.
"Kami mengimbau seluruh pelaku usaha importir untuk mempercepat realisasi pemasukan ternak bakalan sesuai komitmen yang telah ditetapkan. Masih tersedia waktu untuk meningkatkan realisasi. Jangan sampai realisasi pemasukan justru lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Agung dalam rapat monitoring bersama pelaku usaha Yang dikutip Sabtu 27 Juni 2026.
Pemerintah menegaskan bahwa kinerja pelaku usaha dalam tiga bulan ke depa Juli, Agustus, dan September akan menjadi poin evaluasi kritis.
Capaian selama periode ini tidak hanya berpengaruh pada pemenuhan target tahun ini, tetapi juga menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk proyeksi kebijakan impor pada tahun 2027.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan teknis agar para importir mampu memenuhi target sesuai jadwal.
"Kami berharap seluruh pelaku usaha dapat menunjukkan performa terbaiknya dalam memenuhi komitmen pemasukan yang telah ditetapkan," tutur Hendra.
Menanggapi arahan pemerintah, Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) menyatakan kesiapannya untuk berakselerasi.
Ketua Dewan Pembina Gapuspindo, Didiek Purwanto, menegaskan bahwa asosiasi akan menggerakkan seluruh anggotanya guna memastikan target nasional tersebut tercapai sesuai rencana.
Ke depan, Kementan menyatakan komitmen untuk terus mendorong kemandirian pangan nasional melalui program jangka panjang yang mencakup penguatan pembibitan sapi lokal, peningkatan standar kesehatan hewan, serta pemberdayaan peternak rakyat.










