TVRINews, Puncak Jaya
Sebanyak lima anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodam XXVIII dari Distrik Mewoluk secara sukarela menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Langkah penting ini ditandai dengan pengucapan ikrar setia secara resmi di Alun-Alun Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah.
Kembalinya kelima anggota tersebut merupakan hasil nyata dari konsistensi pendekatan persuasif dan pembinaan teritorial yang mengedepankan ruang dialog kemanusiaan. Sinergi taktis yang dibangun oleh Satgas Koops TNI Habema bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta pihak keluarga berhasil menumbuhkan rasa percaya diri dan kesadaran pribadi para mantan anggota OPM untuk membangun masa depan Papua yang damai.
Dalam prosesi yang disaksikan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta ratusan warga tersebut, kelima mantan anggota OPM membacakan naskah ikrar dan menandatangani dokumen kesetiaan kepada NKRI. Momen haru kian terasa saat kelimanya mencium Bendera Merah Putih sebagai simbol tekad yang kuat untuk memulai lembaran baru dalam kehidupan bermasyarakat.
Usai prosesi ikrar, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar berupa sembako dan pakaian. Bantuan ini menjadi wujud perhatian dan dukungan nyata dari negara atas kembalinya kelima warga tersebut ke pelukan ibu pertiwi.
Menanggapi momentum penting ini, Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyampaikan bahwa ikrar kesetiaan yang diucapkan merupakan cerminan keberhasilan pendekatan kemanusiaan dan kolaborasi lintas sektor yang mampu membuka jalan terwujudnya perdamaian di tanah Papua.
"Koops TNI Habema menghormati keputusan saudara-saudara kita yang telah memilih kembali ke pangkuan NKRI sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia. Kami berharap momentum ini menjadi awal bagi kehidupan yang lebih baik, aman, dan produktif bersama keluarga serta masyarakat. Kami juga mengajak siapa pun yang masih berada di kelompok bersenjata untuk menempuh jalan damai, karena masa depan Papua akan lebih baik apabila dibangun melalui persatuan, dialog, dan semangat kebersamaan demi kesejahteraan seluruh masyarakat," ujar Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, Sabtu 27 Juni 2026.
Keputusan lima anggota kelompok bersenjata OPM untuk kembali ke pangkuan NKRI ini murni lahir dari kesadaran pribadi tanpa adanya unsur paksaan dari pihak mana pun. Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya, beserta tokoh agama dan adat setempat, turut menegaskan bahwa upaya merajut perdamaian di tanah Papua merupakan tanggung jawab bersama.
Ke depan, Koops TNI Habema bersama seluruh unsur pemerintah berkomitmen untuk terus mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Melalui kolaborasi aktif dengan seluruh elemen masyarakat, diharapkan semakin banyak warga yang berperan aktif menciptakan Papua yang aman, damai, dan sejahtera secara berkelanjutan.










