TVRINews, Jakarta
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menghadiri acara Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mulai dari tanggal 26 Juni 2026 hingga 28 Juni 2026 besok.
Pada kesempatan tersebut, ia menuturkan jika Kementerian Pertanian (Kementan) akan melakukan kolaborasi dengan 2.600 guru besar, rektor, dan peneliti se-Indonesia.
“2.600 para guru besar, para rektor, para peneliti se-Indonesia. Kita Insyaallah kita akan kolaborasi ke depan, kita akan tingkatkan kolaborasi yang selama ini sudah dibangun,” ungkapnya kepada awak media termasuk tvrinews.com pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Lebih lanjut, ia juga memberikan contoh seperti pihaknya telah membeli bibit unggalan di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan jumlah yang fantastis.
“Contoh kami dengan IPB, ada bibit unggul dari IPB padi kami beli Rp250 miliar,” kata dia
Selain IPB, Amran menyebut sejumlah perguruan tinggi lain juga telah menghasilkan inovasi yang berpotensi meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
“Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), misalnya, mengembangkan traktor dan alat pemanjat kelapa, sementara Universitas Hasanuddin mengembangkan bibit pertanian, Universitas Andalas menghasilkan inovasi pada komoditas gambir, Universitas Lampung mengembangkan ubi, dan Institut Teknologi Bandung menghadirkan teknologi dryer untuk mendukung pascapanen,” terang dia
Menurutnya, berbagai inovasi tersebut menjadi bukti bahwa hasil riset perguruan tinggi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pertanian.
Amran mencontohkan produktivitas padi yang sebelumnya rata-rata sekitar 5,5 ton per hektare kini mampu meningkat hingga 9 ton, bahkan mencapai 13,9 ton per hektare berkat penggunaan teknologi dan benih unggul hasil penelitian.
Ia juga menyinggung keberhasilan riset di bidang peternakan yang mampu meningkatkan bobot sapi dari sekitar 500 kilogram menjadi mendekati satu ton.
“Kalau kita ingin menjadi negara yang kuat, bahkan menjadi superpower, maka tumpuannya adalah inovasi dan penemuan baru yang lahir dari kampus. Itu yang sedang kita dorong bersama,” ujar Amran.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi akan menjadi salah satu kunci mempercepat modernisasi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.










