TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan pemerintah menyiapkan berbagai langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penanganan cepat tersebut dilakukan atas instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui pengerahan tim gabungan lintas kementerian dan lembaga ke wilayah terdampak, Sabtu, 15 Agustus 2026 malam.
Rombongan pejabat bertolak menggunakan pesawat Boeing TNI AU dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo. Rombongan tersebut terdiri dari Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohamad Syafii, Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Wakil Ketua Komite II DPD RI Angelius Wake Kako, serta Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus.
Wamensos Agus Jabo Priyono menjelaskan bahwa penanganan di lapangan berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan pemulihan fasilitas vital.
"Tentunya di sana kita akan mengambil langkah-langkah ya, sekarang situasinya darurat, tentunya kita akan mengambil langkah-langkah darurat, apa yang dibutuhkan oleh masyarakat nanti akan segera kita penuhi ya, mulai dari logistik, kemudian kebutuhan BBM, kebutuhan listrik, kebutuhan sinyal, dan lain-lain," kata Agus Jabo di BaseOps SUMA 1, Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Ia menambahkan bahwa seluruh jajaran kementerian dan lembaga terkait berkomitmen penuh hadir di tengah masyarakat pascabencana.
"Jadi pada prinsipnya, kita akan hadir di sana, kemudian akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur," ujarnya.
Menurut Agus Jabo, bantuan dari Kementerian Sosial telah mulai digerakkan sejak Sabtu siang guna mendukung operasional tanggap darurat.
"Sesuai tugas Kemensos, dalam situasi darurat tentunya kita akan memberikan kebutuhan-kebutuhan darurat, seperti permakanan, tenda untuk pengungsi, pakaian, termasuk pakaian ibu, pakaian anak-anak, dan kebutuhan darurat yang lain," kata Agus Jabo.
Guna memastikan penanganan berjalan efektif, pemerintah menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah provinsi dan daerah di Ende pada Minggu, 16 Agustus 2026, sebelum melanjutkan peninjauan ke area terdampak parah seperti Kabupaten Nagekeo.
"Kemungkinan kita akan jalur darat dari Ende ke Nagekeo, karena di sana cukup parah, termasuk kalau dimungkinkan kita akan mendatangi tempat-tempat lain," pungkasnya.
Kementerian Sosial menyalurkan 48 ton beras serta bantuan logistik kebencanaan dari berbagai penampungan dengan total nilai mencapai Rp4,518 miliar.
Dari Sentra Efata Kupang, bantuan senilai Rp1,015 miliar dikirim menuju Kabupaten Nagekeo berupa velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, kids ware, dan tenda serbaguna.
Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT juga menyalurkan bantuan senilai Rp541,6 juta untuk wilayah Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur berupa tenda keluarga, velbed, kasur, serta tenda serbaguna.
Sementara itu, Gudang Pusat Kemensos di Bekasi mengiring dua paket bantuan senilai hampir Rp3 miliar menuju Dinas Sosial Provinsi NTT dan Sentra Efata Kupang. Paket bantuan tersebut mencakup 6.000 paket makanan siap saji, tenda gulung, tenda keluarga, tenda serbaguna, tenda induk, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan.










