
Foto : BPMI Setpres/Laily Rachev
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Kalimantan
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasinya atas antusiasme dan semangat masyarakat Melayu-Banjar yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan adat tradisi ketimuran yang masih terjaga hingga saat ini.
Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Jokowi saat menghadiri acara Istigasah dan Doa Bersama Rabithah Melayu-Banjar, pada Jumat, 17 Maret 2023 di Komplek Pendopo Bersinar Tabalong, Tabalong, Kalimantan Selatan.
“Saya juga mengapresiasi semangat Rabithah Melayu-Banjar yang ikut menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur adat dan budaya Melayu-Banjar dan juga mengembangkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin,” kata Presiden Jokowi dalam unggahan video kanal YouTube Sekretariat Presiden RI, Jumat, 17 Maret 2023.
Baca Juga: 591 Anak Terindikasi Stunting di Kabupaten Rokan Hulu
Presiden menyampaikan, Indonesia merupakan negara besar yang memiliki 280 juta penduduk yang hidup di 17 ribu pulau dengan beraneka ragam suku, adat, ras, dan agama.
“Keragaman itu diikat dengan semangat ke-tunggal-ika-an, diikat dengan konsensus kebangsaan yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.
Mak dari itu, Presiden mengajak masyarakat Melayu-Banjar untuk bersama-sama meningkatkan semangat ukhuwah, baik ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, maupun ukhuwah insaniyah.
“Semangat ukhuwah inilah yang membuat kita semua bisa hidup rukun, berbeda agama tapi rukun, berbeda adat tapi rukun, berbeda suku tapi rukun, karena memang kita diciptakan oleh Allah berbeda-beda,” ujar Presiden.
Baca Juga: KKB Berulah, Kali ini Penerbangan di Yahukimo Dibuat Lumpuh
Dengan semangat ukhuwah juga, lanjut Presiden, bangsa Indonesia bisa bergotong royong dalam memajukan Indonesia.
“Kita bisa hidup berdampingan, hidup harmonis, dan bersama-sama berjuang dengan semangat gotong royong untuk memajukan negara ini,” tandasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
