TVRINews, Jakarta
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengumumkan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional akan digelar setiap tahun. Kebijakan ini diambil setelah Kementerian Agama memutuskan tidak lagi menyelenggarakan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ).
Hal tersebut disampaikan Nasaruddin dalam pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu malam, 12 September 2026.
"Kami sampaikan kepada Bapak/Ibu sekalian, bahwa kita tidak mengadakan lagi STQ. Karena itu demi untuk syiar, maka Kementerian Agama memutuskan bahwa setiap tahun kita tidak melakukan STQ, tapi yang kita lakukan adalah MTQ," kata Nasaruddin dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kemenag, Minggu, 13 September 2026.
Selama ini, MTQ Nasional digelar dua tahun sekali dengan pelaksanaan yang bergantian dengan STQ. Dengan kebijakan baru tersebut, MTQ akan menjadi agenda tahunan Kementerian Agama sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar Al-Qur’an.
Kemudian Nasaruddin mengatakan, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memiliki makna sosial dan kebangsaan. Kegiatan ini mempertemukan kafilah dari berbagai daerah dengan latar bahasa, budaya, dan tradisi yang beragam.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membangun persahabatan sekaligus memperkuat persaudaraan.
"Para kafilah dari berbagai penjuru Nusantara datang dengan bahasa, budaya, dan tradisi beragam. Mereka bertemu bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membangun persahabatan dan memperkuat persaudaraan," ujarnya.
Lebih lanjut, Nasaruddin menekankan pentingnya menjadikan MTQ sebagai momentum untuk menghubungkan bacaan Al-Qur’an dengan tindakan dan hafalan dengan pengamalan.
Ia mengingatkan nilai-nilai Al-Qur’an harus hadir dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga, lingkungan kerja, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam keluarga, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kasih sayang, tanggung jawab, musyawarah, dan sikap saling menghormati. Sementara di lingkungan kerja, nilai Qurani antara lain tercermin melalui amanah, kedisiplinan, profesionalisme, dan pelayanan yang adil.
Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya integritas dalam menjalankan kewenangan, termasuk menjauhi korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan serta menjaga kepercayaan masyarakat.
"Semakin dekat seseorang kepada Al-Qur’an, semestinya semakin mulia akhlaknya, semakin santun tutur katanya, semakin menghormati perbedaan, dan semakin besar kontribusinya bagi kerukunan dan persatuan Indonesia," ucapnya.
MTQ Nasional XXXI di Semarang berlangsung hingga 20 September 2026. Ajang ini diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi yang berkompetisi dalam delapan cabang lomba, 24 golongan, dan 48 kategori.
Selain kompetisi, MTQ Nasional XXXI juga menghadirkan pesan inklusivitas melalui cabang ekshibisi Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas sensorik tuli dengan pemanfaatan mushaf Al-Qur’an isyarat.










