TVRINews, Jakarta
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mulai berangsur surut pada Minggu, 19 Juli 2026. Bencana yang terjadi sehari sebelumnya, Sabtu, 18 Juli 2026, dipicu meluapnya sungai hingga merendam permukiman warga.
Banjir berdampak pada tujuh kelurahan di empat kecamatan, yakni Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik.
Saat banjir terjadi, personil BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah bersama tim gabungan segera melakukan evakuasi warga.
"Hingga kini, personil BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah masih bersiaga di lokasi dan mendata kerugian akibat banjir," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 19 Juli 2026.
Ia menambahkan, sebanyak 145 jiwa warga Kelurahan Sipangen mengungsi di Gedung Gereja HKBP Sipange sejak semalam. Dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan permakanan bagi warga terdampak.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dinamika cuaca di masa musim kemarau saat ini.
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatera Utara berpeluang terjadinya hujan dengan intensitas ringan dalam beberapa hari ke depan.
Hujan terjadi akibat masih adanya aktivitas gelombang atmosfer diprakirakan aktif, belokan angin (shearline) di Samudra Hindia barat Sumatera serta suhu muka laut yang masih hangat mendukung pembentukan awan-awan hujan.
Masyarakat diharapkan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD dan BMKG.










